Selama Ramadhan 1431 H, Bazda Salurkan ZIS Rp. 174,8 Juta

Berita Purbalingga, 29 Juli 2010

PURBALINGGA (RSP) – Dalam bulan ramadhan 1431 H, Badan Amil Zakat daerah (Bazda) kabupaten Purbalingga akan menyalurkan zakat, infak dan sodaqoh (ZIS) senilai Rp. 174,8 juta. Penyaluran ZIS akan dilakukan bersamaan dengan kegiatan tarowih keliling (Tarling) di 9 wilayah kecamatan se-kabupaten Purbalingga.

Ketua Bazda Purbalingga Drs H Soetarto Rachmat melalui Ketua Bidang Pengumpulan ZIS Drs H Sukarno Prasodjo, mengatakan penyaluran zakat diantaranya kepada para iman masjid dan ustad Tempat Pendidikan Quran (TPQ). Pemberian zakat disampaikan kepada 72 iman masjid, 180 ustad TPQ, 150 Penyuluh Agama Islam, Pengurus Panti Asuhan dan petugas Masjid Agung Darussalam Purbalingga.

“Total zakat sabilillah yang akan disalurkan senilai Rp 101,7 juta. Setiap Imam masjid dan ustad TPQ masing-masing mendapatkan zakat berupa uang tunai senilai Rp. 200 ribu. Demikian pula dengan penerima lainnya,” katanya siang tadi  (29/7).

Selain zakat sabilillah, bazda juga menyalurkan zakat miskin bagi 352 tukang becak. Anak yatim piatu yang berada di sejumlah panti asuhan dan pondok pesantren juga tak luput dari penyaluran ZIS. Tahun ini bazda akan menyalurkan infak bagi anak yatim piatu senilai Rp. 71,1 juta. Baca lebih lanjut

Iklan

Semester I 2010, Bazda Himpun ZIS Rp. 311 Juta

Berita Purbalingga, 09 Juli 2010

PURBALINGGA (RSP) – Semester I (Januari – Juni) 2010, Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) kabupaten Purbalingga berhasil menghimpun dana Zakat Infak Sodaqoh (ZIS) mencapai Rp. 311.328.906. ZIS yang diterima rumah zakat terdiri dari pemasukan zakat Rp. 264 juta, infak Rp. 31,7 juta dan sodaqoh Rp. 15,5 juta.

“Kalau dirata-rata tiap bulannya kami dapat menghimpun ZIS rata-rata Rp. 50-an juta,” ungkap Ketua Bidang Pengumpulan Bazda Drs. H Sukarno Prasodjo, Jum’at (9/7).

Dari jumlah pengumpulan pada semester I, telah disalurkan untuk delapan ashnaf penyaluran ZIS mencapai Rp. 314,6 juta. Penyaluran ZIS terbanyak digunakan untuk program aksi cepat tanggap (ACT) Januari – Juni Rp. 156,8 juta.

“Bila dilihat dari perbandingan penghimpunan dan penyaluran, dapat dikatakan pada semester I  ini kami “tekor”. Namun beruntung, kami masih memiliki saldo Desember 2009 sejumlah Rp. 374,4 juta. Sehingga kekurangan operasional Bazda masih dapat kami tutup dari saldo,” jelas Sukarno.

Data rekapitulasi penyaluran ZIS di rumah zakat menyebutkan, penyaluran ZIS masih di dominasi oleh kegiatan yang bersifat konsumtif seperti program ACT Rp. 156,8 juta, Rehab rumah tidak layak huni (Remahtilani) Rp.79,7 juta dan ashnaf lainnya seperti Muallaf, Sabilillah dan ibnu sabil. Selain itu Bazda juga menyalurkan dana infak dan sodaqoh untuk kegiatan syiar islam dan operasional Bazda mencapai Rp. 29,295 juta. Baca lebih lanjut

Mobil Layanan Kesehatan Dhu’afa Mulai Dimanfaatkan Warga.

Berita Purbalingga, 10 Juni 2010

PURBALINGGA (RSP) – Keberadaan Mobil Layanan Kesehatan Dhu’afa (MLKD) milik Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Kabupaten Purbalingga mulai dimanfaatkan warga. Mobil Zuzuki APV Arena yang telah dimodifikasi menyerupai mobil ambulance, sedikitnya telah 20 kali mengantar pasien dhu’afa.

“Sejak mobil ini ada sekitar akhir maret hingga awal Juni ini, saya sudah bertugas sekitar 20 kali,” ungkap Rahmat Basuki staf Bazda sekaligus driver MLKD.

Pertama digunakan, mobil seharga Rp. 150 juta ini dimanfaatkan Ria Kumalasari, seorang pelajar MAN Purbalingga yang mengalami patah tulang kaki. Karena tidak dapat berjalan maka Ria menggunakan MLKD untuk antar jemput dari rumahnya di desa karangpetir ke sekolah selama 3 hari berturut-turut.

Dari data yang ada di Rumah Zakat, warga miskin yang telah memanfaatkan MLKD terjauh merupakan warga Tlahab Lor Kecamatan Karangreja. Selasa kemarin (8/6) salah seorang warga Tlahab Lor mengontak Bazda untuk mengantarkan Khoerul Iksan (14) berobat ke RSUD Margono Sukarjo Purwokerto. Baca lebih lanjut

MLKD, Program Charity Bazda Purbalingga

Berita Purbalingga, 08 April 2010

Mobil Layanan Kesehatan Dhuafa milik Bazda terparkir di depan Rumah Zakat - Foto : Hr-RSP

PURBALINGGA (RSP) – Badan ‘Amil Zakat Daerah (Bazda) Kabupaten Purbalingga, semenjak dibentuk tahun 2001 trus mengembangkan inovasi pelayanan kepada masyarakat. Selain melaksanakan fungsi pokoknya sebagai badan yang mengelola zakat, infak dan shodaqoh, Bazda Purbalingga juga melaksanakan kegiatan pelayanan bagi masyarakat miskin.

Setelah mengembangkan program Aksi Cepat Tanggap (ACT), kini Bazda Purbalingga meluncurkan program baru yakni Mobil Layanan Kesehatan Dhu’afa (MLKD). Program ini merupakan gabungan dari kegiatan bidang kemanusiaan dan kesehatan.

Mobil Layanan Kesehatan Dhu’afa adalah program charity yang diharapkan memberikan solusi atas permasalahan sosial yang dihadapi oleh kaum dhuafa.    Pada umumnya banyak keluarga miskin dihadapkan pada masalah kesehatan, meskipun melalui beberapa program yang ada biaya pengobatan relatif murah bahkan gratis. Akan tetapi persoalan yang melingkupi kesehatan tidak berhenti pada pengobatan semata.  Permasalahan masih harus dihadapi selama atau sesudah proses pengobatan.   Baca lebih lanjut

Tim Harapan Tangani 24 Kasus KDRT

Berita Purbalingga, 09 Maret 2010

PURBALINGGA (RSP) – Tim penanganan korban tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, ‘Harapan’ (Hapus Kekerasan terhadap Anak dan Perempuan) Kabupaten Purbalingga, sejak tahun 2009 hingga Pebruari 2010, telah menangani 24 kasus tindak kekerasan terahadap perempuan dan anak. Jumlah kasus ini meliputi kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), perkosaan anak, pencabulan, dan kekerasan dalam pacaran. Kasus terbanyak disebabkan karena faktor seksual (perkosaan dan pencabulan).

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan pada Badan Keluarga Berencana dan pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Titik Setiawati BcHk dalam rapat koordinasi dan evaluasi Tim Harapan di ruang pertemuan BKBPP, Selasa (9/3) mengatakan, dari jumlah 24 kasus tersebut, sebanyak 19 kasus ditangani pada tahun 2009. Sementara sisanya sebanyak lima kasus, merupakan kasus sejak Januari hingga Pebruari 2010. “Jika dibanding tahun 2008 lalu, jumlah kasus ini mengalami penurunan. Selama 2008 Tim Harapan telah menangani dan melakukan advokasi terhadap 23 kasus.” kata Titiek Setiawati. Baca lebih lanjut

Tim HARAPAN Belum Populer

TIM HARAPAN BELUM POPULER

PURBALINGGA – Keberadaan Tim Pelayanan Terpadu penanganan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak (Tim Harapan) masih belum dikenal masyarakat. Bahkan kantor maupun kiprahnya keberadaannya masih belum diketahui, terutama masyarakat di pedesaan. Padahal keberadaan Tim Harapan ini sudah berdiri sejak tahun 2007 berdasarkan SK Bupati Purbalingga Nomor 411/121 tertanggal 11 April 2007.

Sekretaris Tim Harapan Purbalingga Titik Supriyatin mengakui, keberadaan tim Harapan kurang dikenal masyarakat. Bahkan sampai ada kepala desa yang belum tahun tentang tim Harapan. Meski pihaknya setiap sosialiasasi di kecematan selalu mengundang para kepala desa.

Dijelaskan Titik, sebenarnya masyarakat sudah tahu adanya tim penanganan korban kekerasan di kabupaten Purbalingga. Hanya saja, keberadaan Tim Harapan ini kurang dimanfaatkan oleh para korban. keengganan melapor dan ancaman  dari pelaku menjadi faktor korban tidak mau melapor. Baca lebih lanjut