Drs.H.Wahyudiana,M.MPd – Pimpin PD Muhammadiyah

PURBALINGGA (RSP) – Musda Muhammadiyah yang berlangsung dua hari 8-9 Januari 2011, menghasilkan kepemimpinan baru Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Purbalingga. Setelah dilakukan pemilihan, akhirnya Musda memutuskan Drs.H.Wahyudiana,M.MPd kembali memimpin PD Muhammadiyah didampingi sekretaris terpilih Sutikno,SPd.

Sebenarnya dalam proses pemilihan yang mendapat suara terbanyak adalah Drs. Dody Prastowo (Sekretaris PDM periode 2006-2010). Namun karena dirinya tidak bersedia menjadi ketua, akhirnya anngota PDM sepakat menetapkan Wahyudiana sebagai ketua dan Sutikno menjadi Sekretaris.

Dengan terpilihnya Wahyudiana, membawa dirinya memimpin PDM untuk kali kedua. Sebelumnya kader kelahiran tagun 1955 ini pernah memimpin PDM pada periode 2000-2005.
Usai ditetapkan menjadi ketua PDM 2010-2015, Wahyudiana menegaskan PDM periode ini akan memfokuskan pada amal usaha pendidikan dan kesehatan. Baca lebih lanjut

Muhammadiyah, Mitra Pemerintah Sebenarnya.

PURBALINGGA (RSP) – Pemerintah kabupaten Purbalingga diharapkan makin kokoh dalam bermitra dengan Muhammadiyah dalam mensejahterakan umat dan masyarakat Purbalingga lahir dan batin. Muhammadiyah Purbalingga tidak akan merecoki pemerintah namun sebaliknya akan mendukung program-program pembangunan yang memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat.

“Dilihat dari fakta dan realita yang ada, Muhammadiyah Purbalingga adalah mitra yang sebenar-benarnya bagi pemerintah kabupaten Purbalingga dalam membangun Purbalingga,” kata Ketua Pimpinan Daerah Muhammdiyah (PDM) Purbalingga K.H Moh. Muzni Tanwir dalam pidato iftitah pembukaan musyawarah daerah Muhammadiyah, Aisyiah, Pemuda Muhammadiyah dan Tapak Suci Putera Muhammadiyah kabupaten Purbalingga di stadion Goentoer Darjono, Sabtu (8/1).

Diungkapkan Muzni Tanwir, persyarikatan Muhammadiyah di kabupaten Purbalingga sejak 1923 tidak pernah berhenti membina, membimbing dan mencerdaskan umat. Sebagai gerakan dakwah, Muhammadiyah Purbalingga memiliki ratusan majelis ta’lim yang tersebar di ranting, cabang dan daerah. Kegiatan pengajian yang cukup fenomenal, menurutnya adalah majelis ta’lim Ahad pagi Muhammadiyah yang diselenggarakan tiap ahad pagi dengan santri mencapai 3000 orang. Baca lebih lanjut

Meresahkan, Pemerasan Berkedok Wartawan

Berita Purbalingga, 11 Mei 2010

PURBALINGGA  (RSP) –  Beberapa waktu terakhir, Bagian Humas Setda Kabupaten Purbaligga menerima laporan tentang adanya seseorang yang mengaku dari sebuah aliansi kewartawan, menjual kaos bertuliskan aliansi kewartawanan senilai Rp. 100ribu. Persoalannya, selain harga kaos yang terlalu mahal untuk kualitas kaos yang minim, ‘sang wartawan’ juga memaksa ‘korbannya’ untuk membeli dengan ancaman akan diberitakan negatif di media massa .

Kepala UPT Dinas Pendidikan Kaligondang, Sukamto, S.Pd mengatakan pihaknya sekitar 10 hari sebelumnya memang didatangi orang yag mengaku akan mendirikan Aliansi Wartawan Indoedsia (AWI).

“Katanya untuk mendirikan aliansi itu, butuh uang banyak jadi dia jual kaos. Dia mintanya saya beli 3, tapi saya Cuma beli 1 saja. Cuma kaonya kok mahal sekali ya, 100ribu, kualitasnya juga kurang bagus,” ujar Sukamto.

Parahnya, setelah mendapat stempel UPT Dinas Pendidikan Kaligondang, ‘sang wartawan’ merangsek ke kepala-kepala sekolah di bawah naungan UPT tersebut. Stempel UPT, dijadikan alat sebagai legalisasi sehingga seolah-olah aksi ‘sang wartawan’ sudah mendapat restu dari kepala UPT. Baca lebih lanjut