Purbalingga Urutan Keempat Survey Daya Saing 2010 Se-Jateng

PURBALINGGA (RSP) – Kabupaten Purbalingga meraih peringkat keempat dalam Survei Daya Saing Daerah di Jawa Tengah 2010. Dalam ranking ini, Purbalingga dengan poin 5,27 berhasil mengalahkan kota-kota yang lebih besar seperti Surakarta dan Semarang.

“Survey yang kami lakukan ini bersifat over all, artinya banyak sekali aspek yang kita nilai.  Kalau dari sisi pengusaha besarnya, kota seperti Semarang dan Solo mungkin memang teratas.  Tapi, kita juga mempertimbangkan aspek lain seperti pemberdayaan UKM-nya, kinerja pemerintahannya, infrastruktur, dan sebagainya,” ujar Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Provinsi Jateng, dr Anung Sugihantono MKes, usai mempresentasikan Hasil Survey Daya Saing Kabupaten Kota se-Jawa Tengah di Ruang Rapat Bupati, Kamis (17/2).

Survey ini sebagai bentuk kerjasama BPMD dengan beberapa organisasi penyandang dana baik dalam maupun luar negeri. Baca lebih lanjut

Iklan

Fraksi PKS Pertanyakan Rembang jadi Kawasan Perkotaan

PURBALINGGA (RSP) – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Purbalingga menyoal rencana pemkab menjadikan kecamatan Rembang sebagai kawasan perkotaan. Rencana pemerintah tersebut tertuang dalam draft Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) yang tengah dibahas dewan. Ada beberapa kecamatan yang diproyeksikan menjadi kawasan perkotaan, yakni kecamatan Purbalingga, Bobotsari, Bukateja dan Kecamatan Rembang.

Fraksi PKS mempertanyakan alasan pemerintah Kabupaten Purbalingga menjadikan kecamatan Rembang sebagai kawasan perkotaan, padahal masih banyak kecamatan lain yang lebih layak.

“Apa indikatornya sehingga Rembang dijadikan kawasan perkotaan. Kenapa bukan kecamatan Padamara atau Kalimanah,” ungkap Juru bicara Fraksi PKS Ali Fachrudin dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Purbalingga dengan acara Pembicaraan Tingkat I terhadap 2 raperda tentang RTRW Tahun 2009 – 2029 dan RPJMD Tahun 2010 – 2015, Kamis (10/2). Baca lebih lanjut

480 Tenaga Honorer Purbalingga, Menunggu Nasib

PURBALINGGA (RSP) – Sejumlah 480 tenaga honorer di lingkungan pemkab Purbalingga, sampai hari ini belum dapat dipastikan nasibnya. Mereka adalah tenaga honorer yang tidak memenuhi persyaratan sesuai PP 48 Tahun 2005 dan masuk dalam kategori K2 atau digaji dari non APBN/APBD.

Rencananya mereka akan diangkat melalui proses seleksi khusus. Seleksi ini dilakukan diantara mereka sendiri sesuai jumlah yang dibutuhkan. Namun kapan pelaksanaan seleksi, BKD Purbalingga belum dapat memastikan karena menunggu aturan dari pusat.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Purbalingga Wahyu Kontardi menuturkan,untuk honorer yang memenuhi persyaratan sesuai PP No 48 Tahun 2005 sudah diangkat semua. Sedangkan yang dulu dinyatakan tidak memenuhi syarat, namun masuk kategori K1 atau gajinya berasal dari APBN/APBD, saat ini sedang dalam proses diusulkan ke Jakarta. Baca lebih lanjut

Salahi Bestek, Didenda dan harus Memperbaiki.

PURBALINGGA (RSP) – Wakil Bupati Purbalingga Drs H Sukento Ridho Marhaendrianto MM mengatakan kecurangan dalam pengurangan kualitas pembangunan infrastruktur menjadi di bawah standar yang ditetapkan, tidak cukup hanya didenda. Wabup Sukento meminta agar, pihak-pihak yang bertanggung jawab juga memperbaikinya sesuai standar mutu dan tepat waktu.

“Kalau hanya didenda tidak menyelesaikan masalah. Insfrastruktur yang dibangun tidak sesuai bestek akan sangat membahayakan terlebih jika itu fasilitas publik seperti jalan, jembatan atau bahkan gedung,”  tegasnya saat memberikan stressing Bupati dan Wakil Bupati dalam Rapat Pengendalian Operasional Kegiatan (Rakor POK) Ke-3 Semester 2 Bulan Desember 2010 yang dihadiri seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) se-Kabupaten Purbalingga di Pendopo Dipokusumo, Kamis (30/12).

Wabup Sukento sekaligus mewakili Bupati Purbalingga menetapkan tahun 2011 dan seterusnya sebagai Zero Fraud, atau tahun-tahun bebas dari kecurangan. Menurutnya, berdasarkan laporan Inspektorat meskipun sudah jauh berkurang, indikasi kecurangan masih terjadi. Karenanya, Wabup Sukento meminta seluruh PNS yang berada di birokrasi untuk berhati-hati dalam bekerja, harus sesuai prosedur dan dokumen selengkap-lengkapnya. Baca lebih lanjut

Hari Pertama Ngantor, Sukento Hadiri Apel

Berita Purbalingga, 29 Juli 2010

PURBALINGGA (RSP) – Wakil Bupati Terlantik Periode 2010-2015, Sukento Ridho Marhaendrianto menghadiri apel pagi di hari pertamanya ‘ngantor’ di Sekretariat Daerah (Setda) Purbalingga, Kamis (29/7). Sukento meminta seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purbalingga untuk membantunya beradaptasi dengan lingkungan kerja di birokrasi.

“Selama 33 tahun saya kerja di perbankan, dipotong dua tahun menjadi direktur di perkebunan Lampung. Saya sama sekali belum memiliki pengalaman bekerja di pemerintahan. Untuk itu, in the fisrt day ini, saya minta kepada Anda semua untuk membantu saya agar cepat menyesuaikan diri di lingkungan birokrasi,” ujarnya di hadapan ratusan PNS yang mengikuti apel pagi di halaman Kantor Bupati / Setda Purbalingga.

Sukento juga meminta kepada semua PNS di lingkungan Pemkab Purbalingga untuk bersama-sama melanjutkan pembangunan yang telah sangat baik berjalan di Purbalingga selama 10 tahun terakhir ini. Baca lebih lanjut

Mantan Bupati Triyono Pindahan, Minta Warga Tetap Bekerja Keras

Berita purbalingga, 28 Juli 2010

PURBALAINGGA (RSP) – Ribuan warga Purbalingga Rabu pagi (28/7), mengiringi kepindahan mantan bupati Triyono Budi Sasongko dari rumah dinasnya di komplek Pendopo Dipokusumo menuju ke rumah ibunda, di jalan A Yani kelurahan Kalikabong kecamatan Kalimanah.

Mantan Bupati Triyono bersama Ny. Hj Ina Ratnawati Triyono beserta dua putrinya berjalan kaki. Dibelakangnya ketua Dewan dan Muspida turut berjalan kaki.  Termasuk para pejabat, karyawan perusahaan dan masyarakat yang merasa kehilangan sosok pemimpin. Bahkan grup-grup kesenian Kentongan, Rodat, sampai drumband anak sekolah turut mengiringi rombongan.

Pawai jalan kaki mengantar mantan bupati yang berkuasa 10 tahun itu,  diawali dari halaman pendopo Dipokusumo. Sepanjang jalan yang dilalui, nampak masyarakat melepas dan menyempatkan memberi ucapan salam perpisahan. Baca lebih lanjut

Alih Fungsi Lahan, Warning buat Bupati baru.

Berita Purbalingga, 27 Juli 2010

Gubermur Jawa Tengah Bibit Waluyo melantik dan mengambil sumpah Heru-Kento. (Foto : Humas)

PURBALINGGA (RSP) – Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo meminta Bupati Heru Sudjatmoko dan Wakil Bupati Sukento Ridho Marhaendrianto sebagai bupati/wakil bupati Purbalingga yang baru, agar bekerja lebih keras, kreatif dan inofatif, mencari terobosan baru dalam meneruskan pembangunan di Purbalingga.

Menurut Gubernur selama kepemimpinan Bupati triyono Budi Sasongko, sedikitnya ada dua hal strategis yang perlu dipertahankan prestasinya yaitu mengenai penanganan tenaga kerja dan keluarga berencana.

“Dua sekor ini harus menjadi perhatian khusus karena apabila pertumbuhan penduduk tidak dapat dikendalikan dan peluang kerja kurang, maka pengangguran akan bertambah, kerawanan sosial dan kemiskinan juga akan meningkat. Ini bahaya dan pembangunan yang sudah dilakukan akan menjadi tidak ada artinya,”tegas Bibit Waluyo

Selain itu Gubernur juga mewanti-wanti Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga terlantik, untuk berhati-hati dalam mengalih fungsi lahan dalam proses pembangunan lima tahun ke depan.

Gubernur merasa prihatin saat dirinya melihat lumbung beras berubah menjadi lumbung rumah atau ruko. Banyak terjadi tanah yang subur-subur dibangun ruko. Setelah itu ternyata rukonya pada tutup karena nggak laku. Tanah yang subur menjadi sia-sia,karena rukonya juga tidak menghasilkan. Baca lebih lanjut