Malibu Ent, Salah Satu Calon Investor Usman Janatin Park Presentasi

PURBALINGGA (RSP) – Malibu Entertainment (Malibu Ent) dari Jakarta menjadi calon investor pengelola Usman Janatin Park yang pertama kali menyampaikan presentasi di depan para pejabat Pemkab Purbalingga.  Sejauh ini, masih ada tiga calon investor lainnya yang dalam dua pekan kedepan akan menyampaikan company profile-nya.

Enrich Hargini, owner Malibu Ent saat presentasi pengelolaan Usman janatin Park, Selasa (15/3).

Enrich Hargini, Owner Malibu Ent, dalam presentasinya menyampaikan, pihaknya akan menjadikan Usman Janatin Park sebagai pusat hiburan yang secara rutin menampilkan pangung hiburan khususnya akhir pekan. Dan sesekali akan menampilkan artis ibukota atau band-band kenamaan di kancah nusantara.

“Usman Janatin Park ini satu-satunya di Indonesia yang terkonsep sebagai pusat hiburan lengkap dengan panggung terbuka, ada ruko dan pusat kulinernya, ada hall, taman dan lokasi karaoke. Ini sangat cocok untuk rest area bagi mereka yang melakukan perjalanan darat antara Jatim dan Jabar,” paparnya di Ruang Rapat Bupati, Selasa (15/3). Baca lebih lanjut

Lokasi Pabrik Gula Belum Pasti

PURBALINGGA (RSP) – Meskipun MoU Pendirian Pabrik Gula Pasir di Purbalingga sudah ditandatangani, hingga saat berita ini diturunkan PT Putra Giri Manis (PT PGM) selaku investor belum menentukan desa yang akan menjadi lokasi pabrik tersebut. Meksi demikian, PT PGM memiliki kecenderungan menjatuhkan pilihan pada Desa Kebutuh Kecamatan Bukateja.

“Kami sudah mengantongi dua calon lokasi, yang pertama Desa Kebutuh Kecamatan Bukateja dan yang kedua Desa Majasem Kecamatan Kemangkon. Tapi setelah kami survey, Desa Majasem konon pernah terendam banjir. Makanya kami sepertinya lebih condong ke Kebutuh,” ujar Direktur Operasional PT PGM Fx Rudy Sudirman usai Paparan Rencana Pendirian Pabrik Gula Purbalingga di Operational Room Graha Adiguna, Sabtu (26/2).

Kebutuh menjadi pilihan utama PT PGM karena memiliki beberapa keuntungan seperti kedekatan dengan bahan baku, dekat dengan sungai untuk memenuhi kebutuhan air dalam proses pengolahan, jauh dari pemukiman, dan memiliki karakteristik yang cocok untuk pabrik gula. Kedekatan dengan bahan baku akan meminimalkan resiko kerusakan bahan baku, jaminan terpenuhinya bahan baku dan memperkecil biaya transportasi. Baca lebih lanjut

Tiga BUMD Tidak Sehat

PURBALINGGA (RSP) – Tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di kabupaten Purbalingga dalam kondisi tidak sehat. Oleh karenanya tidak dapat setor Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ketiga BUMD yang tidak sehat yakni, PD BKK Kejobong, Perusda Purbalingga Ventura dan Pusat Pengolahan Hasil Pertanian Utama (Puspahastama).

Kepala Bagian Perekonomian Setda Purbalingga Drs Mukodam saat melaporkan kepada bupati pada acara Coffee Morning di pendopo Cahyana, Jum’at pagi (28/1) mengatakan, ketiga BUMD tersebut dinyatakan tidak sehat, dan saat ini dalam pengawasan ketat oleh  pemkab. Sedangkan 5 BUMD yang dinyatakan sehat dan mampu menambah PAD yakni PD Owabong, PD BPR BKK Purbalingga, PDAM, BPR Syariah Buana Mitra Perwira dan BPR Artha Perwira. Baca lebih lanjut

UPK Bojongsari Diresamikan Bupati

Berita Purbalingga, 07 Juni 2010

PURBALINGGA (RSP) – Bupati Purbalingga Drs. Triyono Budi Sasongko MSi. meresmikan gedung Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) Bojongsari. Bupati Triyono didampingi Ketua DPRD Purbalingga H Tasdi SH, Ketua TP PKK Hj Ina Triyono dan Muspika setempat.

Peresmian gedung UPK ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita. Gedung UPK Bojongsari dapat terealisasi melalui anggaran kegitan PNPM Mandiri Perdesaan, senilai Rp. 97.000.000 dengan luas gedung 9 x 11,5 meter persegi.

Bupati Purbalingga Triyono Budi Sasongko dalam sambutannya mengungkapkan, dengan dimilikinya gedung UPK diharapkan mampu mengiatkan roda perekonomian riil, utamanya sector UMKM. Karena kendala yang sering muncul di bidang usaha berupa minimnya skil SDM, tidak adanya sarana produksi, kurangnya modal dan pangsa pasar.

“Saya kira permasalahan modal saat ini bukanlah permasalahan utama, karena pemerintah melalui lembaga perbankan telah menyediakan kemudahan mendapatkan kredit usaha. Ada uang disalurkan melalui subsidi bunga, Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI maupun lembaga perbankan milik pemerintah daerah lainnya,” ungkap Bupati. Baca lebih lanjut

Bazda Luncurkan Program “Kampung Ternak”

Berita Purbalingga, 03 Juni 2010

PURBALINGGA (RSP) – Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) kabupaten Purbalingga terus berinovasi dalam menyalurkan zakat yang dihimpun. Setelah berhasil mengelola sejumlah program pemberdayaan masyarakat miskin, seperti rehab rumah tidak layak huni (Remahtilani), Zakat Produktif dan layanan mobil duafa, kini Bazda akan merealisasikan program “Kampung Ternak”.

Ketua Bazda Purbalingga Drs H Soetarto Rachmat menuturkan, program tersebut merupakan  salah satu realisasi hasil kunjungan studi banding Bazda ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

“Nanti kitaa plenokan. Tetapi kami pastikan program itu akan segera digulirkan dalam waktu dekat,” katanya.

Sebagai tahap awal pihaknya telah mengalokasikan penyaluran zakat untuk asnaf miskin sebesar Rp. 11 juta. Dana tersebut akan akan dibelanjakan untuk pengadaan 13 ekor ternak kambing. Nantinya kambing tersebut akan diberikan kepada lima orang peternak di desa Lamongan kecamatan Kaligondang. Baca lebih lanjut

Budidaya Jamur Tiram Purbalingga Terkendala pemasaran

Berita Purbalingga, 13 April 2010

Foto Illustrasi (doc)

PURBALAINGGA (RSP) – Para petani di kabupaten Purbalingga, saat ini mulai mengembangkan budidaya jamur tiram. Budidaya jamur tiram Purbalingga tersebar di beberapa desa yakni desa Toyareka, Muntang,Jetis, Rabak, Babakan, Grecol, dan Kalimanah.

Para petani tersebut telah membudidayakan jamur tiram sejak setahun yang lalu, namun para petani terkendala pemasaran dan media tanam (Baglog).

Untuk meningkatkan pemasaran jamur tiram, mulai awal tahun 2010 para petani membentuk Paguyuban Petani Jamur Mega Karya yang di pusatkan di desa Toyareka kecamatan Kemangkon.

“Selama ini kendala utama yang kami hadapi adalah pemasaranya. Oleh karena itu, kami kemudian membentuk paguyuban. Maelalui paguyuban ini kami secara bersama mencari terobosan-terobosan agar kendala pemasaran jamur tiram dapat teratasi. Selain itu bagi petani juga bermanfaat untuk saling berbagi ilmu dalam mengembangkan jamur tiram,” kata ketua paguyuban petani jamur Mega Karya, Mujahidin. Baca lebih lanjut

Tekan Kelesuan Kinerja, Pemkab Batasi PNS Berhutang

Berita Purbalingga, 10 April 2010

Gambar Ilustrasi (Doc)

PURBALINGGA (RSP) – Sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) Purbalingga ditengarai terlilit pinjaman atau hutang di berbagai lembaga keuangan, bank maupun koperasi. Persoalan ini menjadi pelik karena sebagian ada yang harus berurusan dengan aparat berwajib dan berpotensi berpengaruh pada kinerja mereka.

Karena itu, Pemkab Purbalingga melalui SK Bupati yang ditandatangani Triyono Budi Sasongko (SK No 800/2699 tanggal 30 Maret 2010) meminta kepada para pimpinan SKPD untuk selektif dalam memberikan rekomendasi kepada PNS maupun pagawai tidak tetap (PTT) yang akan mengajukan pinjaman ke lembaga keuangan bank ataupun non bank.

Sekda Purbalingga Subeno mengatakan rekomendasi pimpinan SKPD harus mempertimbangkan kemampuan mengangsur serta kewajaran sisa gaji yang digunakan untuk keperluan keluarga PNS yang bersangkutan.

Terbitnya SK tersebut diharapkan meminimalisasi kasus hutang piutang bermasalah yang mengganggu kinerja karena PNS harus berurusan dengan pihak terkait. Namun demikian efektifitasnya dipertanyakan karena tanpa rekomendasi pimpinan pun, beberapa lembaga keuangan dan bank tetap bisa melayani PNS, misalnya melalui pemberian kartu kredit dan hutang barang melalui perusahaan leasing. (Hms/Hr-RSP)