Malibu Ent, Salah Satu Calon Investor Usman Janatin Park Presentasi

PURBALINGGA (RSP) – Malibu Entertainment (Malibu Ent) dari Jakarta menjadi calon investor pengelola Usman Janatin Park yang pertama kali menyampaikan presentasi di depan para pejabat Pemkab Purbalingga.  Sejauh ini, masih ada tiga calon investor lainnya yang dalam dua pekan kedepan akan menyampaikan company profile-nya.

Enrich Hargini, owner Malibu Ent saat presentasi pengelolaan Usman janatin Park, Selasa (15/3).

Enrich Hargini, Owner Malibu Ent, dalam presentasinya menyampaikan, pihaknya akan menjadikan Usman Janatin Park sebagai pusat hiburan yang secara rutin menampilkan pangung hiburan khususnya akhir pekan. Dan sesekali akan menampilkan artis ibukota atau band-band kenamaan di kancah nusantara.

“Usman Janatin Park ini satu-satunya di Indonesia yang terkonsep sebagai pusat hiburan lengkap dengan panggung terbuka, ada ruko dan pusat kulinernya, ada hall, taman dan lokasi karaoke. Ini sangat cocok untuk rest area bagi mereka yang melakukan perjalanan darat antara Jatim dan Jabar,” paparnya di Ruang Rapat Bupati, Selasa (15/3). Baca lebih lanjut

Anggaran PKK Tahun 2011 Dipangkas

PURBALINGGA (RSP)– Alokasi APBD Kabupaten Purbalingga untuk Gerakan PKK Tahun 2011 mengalami penurunan sebanyak 32,3% dari senilai Rp. 975 juta pada tahun 2010 menjadi Rp. 660 juta. Penurunan anggaran ini disebabkan gerakan PKK di tingkat desa sudah dibiayai melalui Alokasi Dana Desa (ADD), sehingga konsentrasi anggaran APBD untuk Gerakan PKK hanya mencakup tingkat Kabupaten dan Kecamatan.

Penggunaan dana PKK harus lebih efektif dan efisien terutama untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat. Dan tidak boleh keluar dari 10 Program PKK yang menjadi dasar Program Kerja Tahunan

“Kalau ada yang tanya kenapa uang untuk rakyat tidak dibagikan langsung ke rakyat tapi harus melalui PKK misalnya? Tentu agar kemanfaatannya jauh lebih besar dibanding langsung dipakai secara konsumtif oleh masyarakat,” kata Bupati Purbalingga Heru Sudjatmoko saat melantikan anggota Tim Penggerak PKK Kabupaten Purbalingga di Pendopo Dipokusumo, Sabtu (19/2) . Baca lebih lanjut

Purbalingga Urutan Keempat Survey Daya Saing 2010 Se-Jateng

PURBALINGGA (RSP) – Kabupaten Purbalingga meraih peringkat keempat dalam Survei Daya Saing Daerah di Jawa Tengah 2010. Dalam ranking ini, Purbalingga dengan poin 5,27 berhasil mengalahkan kota-kota yang lebih besar seperti Surakarta dan Semarang.

“Survey yang kami lakukan ini bersifat over all, artinya banyak sekali aspek yang kita nilai.  Kalau dari sisi pengusaha besarnya, kota seperti Semarang dan Solo mungkin memang teratas.  Tapi, kita juga mempertimbangkan aspek lain seperti pemberdayaan UKM-nya, kinerja pemerintahannya, infrastruktur, dan sebagainya,” ujar Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Provinsi Jateng, dr Anung Sugihantono MKes, usai mempresentasikan Hasil Survey Daya Saing Kabupaten Kota se-Jawa Tengah di Ruang Rapat Bupati, Kamis (17/2).

Survey ini sebagai bentuk kerjasama BPMD dengan beberapa organisasi penyandang dana baik dalam maupun luar negeri. Baca lebih lanjut

15 Warga Purbalingga Tertular HIV/AIDS

PURBALINGGA (RSP) – Diam-diam ada sebanyak 15 warga Purbalingga dilaporkan tertular HIV/AIDS. Data hasil evaluasi Tim Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) Propinsi Jawa Tengah menyebutkan pada tahun 2010 di Jawa Tengah telah ada lebih dari 3000 kasus HIV/AIDS.

Jumlah pengidap HIV/AIDS paling banyak di Semarang sejumlah lebih dari 600  penderita. Disusul Surakarta lebih dari 500 penderita.  Data tersebut bersifat prediksi dimana yang muncul atau terdeteksi hanya 10 persen dari kenyataan yang ada di lapangan.

“Kabupaten tetangga kita yakni kabupaten Banyumas terdapat lebih dari 400 penderita dan kabupaten Cilacap lebih dari 300 penderita. Sedangkan di kabupaten Purbalingga telah ada 15 penderita HIV/AIDS,” ungkap Assisten Sekda bidang Pembangunan  Kodadiyanto saat mewakili Bupati Purbalingga membuka Seminar Membentuk Karakter dan Watak Kepribadian di Aula Uswatun Hasanah kantor Kementerian Agama kabupaten Purbalingga, Rabu (16/2). Baca lebih lanjut

Fraksi PKS Pertanyakan Rembang jadi Kawasan Perkotaan

PURBALINGGA (RSP) – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Purbalingga menyoal rencana pemkab menjadikan kecamatan Rembang sebagai kawasan perkotaan. Rencana pemerintah tersebut tertuang dalam draft Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) yang tengah dibahas dewan. Ada beberapa kecamatan yang diproyeksikan menjadi kawasan perkotaan, yakni kecamatan Purbalingga, Bobotsari, Bukateja dan Kecamatan Rembang.

Fraksi PKS mempertanyakan alasan pemerintah Kabupaten Purbalingga menjadikan kecamatan Rembang sebagai kawasan perkotaan, padahal masih banyak kecamatan lain yang lebih layak.

“Apa indikatornya sehingga Rembang dijadikan kawasan perkotaan. Kenapa bukan kecamatan Padamara atau Kalimanah,” ungkap Juru bicara Fraksi PKS Ali Fachrudin dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Purbalingga dengan acara Pembicaraan Tingkat I terhadap 2 raperda tentang RTRW Tahun 2009 – 2029 dan RPJMD Tahun 2010 – 2015, Kamis (10/2). Baca lebih lanjut

Tiga BUMD Tidak Sehat

PURBALINGGA (RSP) – Tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di kabupaten Purbalingga dalam kondisi tidak sehat. Oleh karenanya tidak dapat setor Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ketiga BUMD yang tidak sehat yakni, PD BKK Kejobong, Perusda Purbalingga Ventura dan Pusat Pengolahan Hasil Pertanian Utama (Puspahastama).

Kepala Bagian Perekonomian Setda Purbalingga Drs Mukodam saat melaporkan kepada bupati pada acara Coffee Morning di pendopo Cahyana, Jum’at pagi (28/1) mengatakan, ketiga BUMD tersebut dinyatakan tidak sehat, dan saat ini dalam pengawasan ketat oleh  pemkab. Sedangkan 5 BUMD yang dinyatakan sehat dan mampu menambah PAD yakni PD Owabong, PD BPR BKK Purbalingga, PDAM, BPR Syariah Buana Mitra Perwira dan BPR Artha Perwira. Baca lebih lanjut

Wabup : Bantuan Pemerintah Untuk Menciptakan Enterpreneur

PURBALINGGA (RSP)– Wakil Bupati Drs Sukento Ridho Marhaendrianto MM berharap bantuan pemerintah pusat dalam mengembangkan industri rambut palsu dan bulu mata palsu di Purbalingga diarahkan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Wabup berharap kedepan, tenaga kerja Purbalingga bukan diarahkan menjadi buruh semata tapi menjadi entrepreneur yang bisa menguasai pasar baik lokal maupun internasional.

“Kita jangan selalu berharap pada PMA (penanam modal asing–red), karena tenaga kerja kita nantinya hanya menjadi buruh. Kalau bisa bantuan-bantuan pemerintah pusat diarahkan pada plasma-plasma atau UMKM yang ada di pedesaan, BLK-BLK yang bisa menciptakan entrepreneur baru. Sehingga kesejahteraan itu lebih dirasakan, dan posisi tawar tenaga kerja kita lebih tinggi,” harap Wabup saat membuka Paparan dari PT Lembaga Penelitian, Pengembangan Sumber Daya dan Lingkungan Hidup (PT LPPSLH) tentang Pengembangan Industri Rambut Palsu/wig, Bulu Mata Palsu dan Assesorisnya di Kabupaten Purbalingga di Operational Room Graha Adiguna Komples Pendopo Dipokusumo Purbalingga, Kamis (27/1). Baca lebih lanjut