Purbalingga Terbaik se-Jateng Pelunasan PBB

PURBALINGGA (RSP) – Dari 35 Kabupaten/kota se-Jateng, Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jateng II, menetapkan Kabupaten Purbalingga sebagai kabupaten tercepat dan terbaik dalam hal pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). “Dari laporan 12 Kantor Pelayanan Pajak (KPP) se-Jateng, Purbalingga merupakan kabupaten yang tercepat terbaik pelunasan pajaknya, dan bahkan mampu melampaui target yang ditetapkan,” kata Kepala KPP Supirman L Simamora.

Simamora mengemukakan hal tersebut pada acara penyerahan hadiah pelunasan PBB tahun 2010 di Pendopo Dipokusumo, Purbalingga, Rabu (16/3). Hadiah diserahkan oleh Bupati Drs H heru Sudjatmoko kepada para camat, dan kepala desa/kepala kelurahan yang berprestasi.

Disebutkan Simamora, target PBB tahun 2010 KPP Purbalingga yang meliputi wilayah Kabupaten Purbalingga dan Banjarnegara sebesar Rp 28.856.816.379, mampu terpenuhi Rp 35.621.410.722 atau sebesar 123 persen. “Khusus untuk Purbalingga, dari target Rp 11.417.901.964, mampu terpenuhi sebesar Rp 14.252.403.961 atau sebesar 124,83 persen. Oleh karenanya, Kanwil DJP Jateng II melalui KPP Purbalingga menyampaikan penghargaan kepada seluruh jajaran di Pemerintah Kabupaten Purbalingga atas penghargaan ini,” kata Simamora.

3 Kecamatan, 1 kelurahan dan 10 desa lewati Jatuh tempo

Sementara itu Kepala Dinas Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) C Sumarni DS mengatakan, dari 18 wilayah kecamatan, 15 kelurahan dan 224 desa, terdapat tiga kecamatan, satu kelurahan dan 10 desa yang tidak berhasil melunasi PBB pada tanggal jatuh tempo. Terhadap kecamatan, kelurahan dan desa yang tidak berhasil melunasi tepat waktu atau melewati tanggal jatuh tempo, tidak diberikan hadiah dan penghargaan dalam bentuk apapun termasuk hadiah berupa uang tunai.

Kecamatan yang jatuh tempo, rinci Sumarni, meliputi Padamara dan dan Bojongsari yang lunas 4 oktober 2010, serta Kecamatan Pengadegan yang lunas pajak pada 11 Oktober 2010. Untuk kelurahan  yakni Kelurahan Karangsentul yang melunasi PBB sehari setelah batas waktu tempo yang ditetapkan tanggal 30 September 2010.

“Sebanyak 10 desa yang tidak berhasil melunasi tepat waktu meliputi Desa Dawuhan dan Mipiran Kecamatan Padamara, Desa Pekalongan dan Desa Bojongsari Kecamatan Bojongsari,  dan enam desa lainnya di wilayah Kecamatan pengadegan masing-masing Desa Karangjoho, Pengadegan, Panunggalan, Pasunggingan, Bedagas, dan Desa Tegalpingen,” jelas Sumarni.

Dikatakan Sumarni, Pemkab juga memberikan hadiah dan penghargaan kepada kelurahan, desa dan kecamatan yang berprestasi dalam pelunasan PBB. Hadiah berupa uang tunai, piagam dan satu unit mic wirreles untuk juara I – III, sedang juara IV – V berupa piagam dan uang tunai. Penerima penghargaan meliputi lima kelurahan dari 15 kelurahan yang ada yakni Bancar, Kandanggampang, Kembaran Kulon, Purbalingga Kulon, dan Purbalingga Kidul.

Untuk desa-desa  dengan Jumlah Pokok Ketetapan (JPK) sebesar Rp 14 s/d Rp 30 juta (5 desa dari 32 desa) meliputi Desa Brecek dan Sempor Lor Kecamatan Kaligondang, Desa Condong (Kertanegara), Lamongan (Kaligondang, dan Desa Kabunderan (Karanganyar).  Desa dengan JPK Rp 30 juta s/d Rp 45 juta (5 desa dari 58 desa) meliputi Adiarsa (Kertanegara), Jingkang dan Danasari (Karangjambu), Sidanegara (Kaligondang) dan Kertanegara (Kec Kertanegara).

Kemudian penghargaan lain untuk tingkat desa dengan JPK Rp 45 juta s/d Rp 60 juta (5 desa dari 58 desa) meliputi Desa Arenan, Slinga, dan Kalikajar di wilayah Kecamatan Kaligondang, kemudian desa Rajawana (Karangmoncol), dan Cilapar (Kaligondang). Tingkat desa dengan JPK Rp 60 juta s/d Rp 75 juta (5 desa dari 36 desa) meliputi Kaligondang (Kec Kaligondang), Toyareja (Purbalingga), Larangan (Pengadegan), Pegandekan (Kemangkon), dan Desa Kembaran Wetan (Kaligondang). Selanjutnya desa dengan JPK lebih dari Rp 75 juta (5 desa dari 40 desa) meliputi Desa Gemuruh (Padamara), Cipawon (Bukateja), Senon (Kemangkon), dan Karangcengis, Kembangan (Bukateja).

Untuk tingkat kecamatan dengan JPK lebih dari Rp 750 juta (5 kecamatan dari 10 kecamatan) meliputi Karangjambu, Karangmoncol, Kejobong, Rembang, dan Kertanegara. “Untuk tingkat kecamatan dengan baku JPK lebih Rp 750 juta juara I – III masing-masing Kaligondang, Bukateja, dan kemangkon. Sedang juara IV dan V diperoleh Kecamatan Purbalingga dan Kutasari,” kata Sumarni.

Sementara itu Bupati Heru Sudjatmoko, M.Si mengemukakan, desa atau kelurahan serta kecamatan yang tidak mendapatkan penghargaan hendaknya jangan kecewa. Desa-desa tersebut tetap memiliki partisipasi dalam pelunasan PBB, meski ada yang terlambat.

“Semua wilayah memberikan andil dalam pelunasan PBB sehingga Purbalingga dinilai yang terbaik se-Jateng. Ibarat anak sekolah, semuanya bisa lulus. Soal ada yang terlambat, bisa diperbaiki pada 2011 ini, sedang yang sudah baik perlu dipertahankan, “ kata Bupati Heru. (RSP/y-hr)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s