Fraksi PKS Pertanyakan Rembang jadi Kawasan Perkotaan

PURBALINGGA (RSP) – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Purbalingga menyoal rencana pemkab menjadikan kecamatan Rembang sebagai kawasan perkotaan. Rencana pemerintah tersebut tertuang dalam draft Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) yang tengah dibahas dewan. Ada beberapa kecamatan yang diproyeksikan menjadi kawasan perkotaan, yakni kecamatan Purbalingga, Bobotsari, Bukateja dan Kecamatan Rembang.

Fraksi PKS mempertanyakan alasan pemerintah Kabupaten Purbalingga menjadikan kecamatan Rembang sebagai kawasan perkotaan, padahal masih banyak kecamatan lain yang lebih layak.

“Apa indikatornya sehingga Rembang dijadikan kawasan perkotaan. Kenapa bukan kecamatan Padamara atau Kalimanah,” ungkap Juru bicara Fraksi PKS Ali Fachrudin dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Purbalingga dengan acara Pembicaraan Tingkat I terhadap 2 raperda tentang RTRW Tahun 2009 – 2029 dan RPJMD Tahun 2010 – 2015, Kamis (10/2).

Fraksi PDI Perjuangan melalui juru bicaranya Tongat berpandangan, jumlah penduduk menentukan jumlah fasilitas dan kapasitas yang disediakan selama kurun waktu 20 tahun. Pemeriantah diminta bisa memprediksi jumlah penduduk Purbalingga pada 20 tahun mendatang.

“Sesuai data statistik tahun 2009, penduduk Purbalingga 901.369 jiwa. Berapa kira-kira penduduk Purbalingga 20 tahun mendatang. Karena jumlah penduduk merupakan salah satu fariabel penting dalam penataan ruang. Ini akan menentukan konsepsi penataan ruang dan kebijakan program pembangunan menjadi satu kesatuan,” katanya.

Dalam draft Raperda Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) yang saat ini sedang digodok dewan, kecamatan Kaligondang dan Kejobong merupakan dua kecamatan yang masuk dalam kategori kecamatan tertinggal. Kategori ini diberikan kepada dua kecamatan tersebut karena dari sisi pendapatan PDRB maupun pendapatan perkapitanya paling rendah disbanding 16 kecamatan lainnya di kabupaten Purbalingga.

Pemkab membagi 4 tipologi kemampuan perekonomian kecamatan. Tipologi I adalah kecamatan yang pesat pertumbuhan ekonominya dan pendapatan perkapitanya tinggi. Yakni kecamatan Purbalingga, Padamara, Kalimanah, Karangreja dan Rembang. Tipologi II yakni kecamatan yang memiliki pendapatan perkapita tinggi dan pertumbuhan ekonomi rendah, yakni Kecamatan Pengadegan, Kutasari, Karangjambu dan Karanganyar.

Tipologi III kecamatan dengan tingkat kejenuhan pengembangan. Pada kecamatan ini terjadi pertumbuhan ekonomi tinggi namun pendapatan per kapita rendah. Yakni kecamatan Bukateja, Bojongsari, Mrebet, Bobotsari, Kertanegara dan  Karangmoncol.
Sedangkan tipologi IV adalah kecamatan dengan laju PDRB rendah dan pertumbuhan ekonomi juga rendah, yakni Kaligondang dan Kejobong.

Rapat Paripurna DPRD kabupaten Purbalingga dipimpin langsung oleh ketua dewan H Tasdi SH MM, dihadiri bupati Purbalingga Drs. H Heru Sudjatmoko MSi, anggota dewan dan para kepala dinas/kantor/badan.(RSP/Umg-hr)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s