Gugatan Cerai Didominasi Kaum Buruh

Illustrasi (Foto : doc)

PURBALINGGA (RSP) – Gugatan cerai di Pengadilan Agama (PA) kabupaten Purbalingga di dominasi oleh kaum buruh, sedangkan sebelumnya di dominasi oleh kalangan PNS. Banyaknya perusahaan di kabupaten Purbalingga, sehingga banyak wanita yang mampu mandiri. Imbasnya menimbulkan effek kesenjangan kerja, yakni istri bekerja sedangkan suami mengurus anak di rumah.

Panitera PA Purbalingga Akhsin Munthohar mengatakan, pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak gampang mengajukan perceraian, sehingga diupayakan untuk dilakukan perdamaian dengan keluarga. Meski gugatan cerai telah dilayang ke pengadilan agama, pihaknya tetap berupaya melakukan mediasi bagi kedua belah pihak untuk berdamai.

“Pada dasarnya perceraian itu adalah hal yang boleh, tetapi dibenci oleh agama. Oleh karena itu semua pihak baik dari keluarga maupun perangkat RT/desa harus membantu mereka agar tidak jadi bercerai. Kamipun disini (PA) selalu memediasi kedua belah pihak untuk berdamai,” jelasnya

Ditambahkan Akhsin, ketika perceraian telah terjadi pihaknya berharap jalinan keluarga masih tetap berjalan, terutama bagi anak jangan sampai ditelantarkan.

“Seorang ayah kewajibannya kepada anak terus melekat meski meski sudah bercerai. Begitupun dengan kewajiban seorang ibu kepada anak. Jangan sampai anak menjadi korban perceraian mereka,” harap Akhsin.

Dikatakan Akhsin, kasus gugatan cerai saat ini masih didominasi oleh Istri menggugat suami, hal ini karena di kabupaten Purbalingga banyak wanita yang bekerja. Sehingga  dalam rumah tangga cenderung seorang istri merasa punya hak untuk mengatur rumah tangga dan suami tidak bekerja.

Sedangkan tahun 2009 pengadilan agama Purbalingga mencatat 1840 kasus, dan mengalami peningkatan pada tahun 2010 yakni 2021 kasus, namun dari seluruh kasus yang dicatat di PA,  dua per tiganya merupakan cerai gugat dari istri kepada suami. Sedangkan selebihnya merupakan Talak Suami terhadap istri serta permohonan dispensasi nikah yang belum sesuai umurnya 15 kasus dan tentang Adopsi Anak.

Memasuki awal Januari 2011, kasus gugatan cerai yang terdaftar di pengadilan agama Purbalingga saat ini mencapai 59 kasus. Rata-tata setiap kasus membutuhkan waktu 6 bulan hingga selesai.(RSP/Umg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s