Diperlukan Pengetahuan Teknis Bagi Calon Haji

PURBALINGGA (RSP) – Minimnya pengetahuan teknis yang dimiliki para jamaah haji ternyata cukup menjadi persoalan yang bisa menggangu proses ibadah di tanah suci. Menurut salah seorang perwakilan Jamaah Haji kloter 17 asal Purbalingga, H. Widodo SAg, para calon jamaah ternyata tak cukup berbekal pengetahuan seputar ibadah semata.

“Pak Bupati, kalau boleh usul, sebelum berangkat, para calon jamaah dikenalkan naik pesawat terbang dulu. Pesawat yang di Owabong juga tidak apa-apa, Pak,” ujarnya kepada Bupati Drs H Heru Sudjatmoko MSi, disambut riuh tawa para jamaah haji yang hadir dalam Acara Penyerahan Kembali/ Silaturahim Jamaah Haji Kabupaten Purbalingga di Pendopo Dipokusumo, Selasa (14/12).

Widodo menambahkan, pengetahuan tentang kondisi di tanah suci juga harus diinformasikan secara gambling kepada calon haji, termasuk hal-hal teknis yang tampaknya kecil dan tidak berarti. Sebagai contoh, kata dia, pengalaman seorang jamaah haji yang kebingungan saat akan menggunakan peralatan mandi.

“Lha wong salep kok malah buat sikatan. Tampaknya menggelikan tapi ini justru perlu perhatian, karena hal-hal yang tampaknya sepele juga perlu dipahami calon jamaah,”lengkapnya.

Karena kurangnya pemahaman tentang kondisi di lokasi, banyak jamaah haji asal Indonesia yang tersesat, tak terkecuali jamaah asal Purbalingga. Menurut Widodo, ada 11 orang jamaah asal Purbalingga yang sering tersesat.

“Bahkan ada jamaah dari kloter 16 yang tersesat sampai 11 kali. Lha ini kan repot sekali jadinya,” imbuhnya lagi-lagi disambut gelak tawa para jamaah yang teringat peristiwa-peristiwa unik yang mereka alami selama Makkah maupun Madinah. Karenanya, Widodo berharap para petugas haji yang mewakili pemerintah seharusnya orang-orang yang berpengalaman atau minimal pernah berhaji sebelumnya.

Menanggapi usulan dari Widodo ini, Bupati Heru menyambut positif dan berupaya merealisasikan semua permintaan perwakilan jamaah ini dengan mengkoordinasikan dengan Kementrian Agama.

“Insya Allah akan kami usahakan, mas. Yang penting sabar njih. Karena setiap orang harus sabar, termasuk saya sebagai bupati juga musti latihan sabar. Tapi teta[p ikhtiar, bukan berdiam diri saja,” jelasnya.

Permasalahan lain yang menonjol pada setiap ibadah haji tentang banyaknya jamaah yang sakit. Bahkan sampai saat ini, masih ada jamaah haji asal Purbalingga, H. Suwarso dari Purbalingga Kulon, yang belum diperbolehkan pulang karena masih sakit dan dirawat di RS Jeddah.

“Kami mohon doa semua pihak agar Pak Suwarso secepatnya sembuh dan sehat, sehingga dapat segera kembali ke tanah air,” ujar Kepala Bidang Pelayanan Haji dan Umroh, H. Syamsul Bahri, yang mewakili Kepala Kementrian Agama Kantor Purbalingga dalam menyampaikan laporan.

Syamsul juga menyampaikan, selain Suwarso, ada tiga jamaah lain yang masih sakit namun di rawat di tanah air. Ketiga jamaah itu antara lain H Yasro dari Karangjambu dan Hj Siti Sholihah dari Karanganyar, keduanya dirawat di RS Margono Sukarjo Purwokerto dan seorang dirawat di RS Harapan Ibu, H Sutrisno dari Padamara. Dari 538 jamaah, ada dua orang meninggal dunia yakni H Ahmad Soleman dari Krangean Kertanegara dan H Ahmad Syartono dari Kalikabong
Kalimanah. (RSP/hr)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s