Alih Fungsi Lahan, Warning buat Bupati baru.

Berita Purbalingga, 27 Juli 2010

Gubermur Jawa Tengah Bibit Waluyo melantik dan mengambil sumpah Heru-Kento. (Foto : Humas)

PURBALINGGA (RSP) – Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo meminta Bupati Heru Sudjatmoko dan Wakil Bupati Sukento Ridho Marhaendrianto sebagai bupati/wakil bupati Purbalingga yang baru, agar bekerja lebih keras, kreatif dan inofatif, mencari terobosan baru dalam meneruskan pembangunan di Purbalingga.

Menurut Gubernur selama kepemimpinan Bupati triyono Budi Sasongko, sedikitnya ada dua hal strategis yang perlu dipertahankan prestasinya yaitu mengenai penanganan tenaga kerja dan keluarga berencana.

“Dua sekor ini harus menjadi perhatian khusus karena apabila pertumbuhan penduduk tidak dapat dikendalikan dan peluang kerja kurang, maka pengangguran akan bertambah, kerawanan sosial dan kemiskinan juga akan meningkat. Ini bahaya dan pembangunan yang sudah dilakukan akan menjadi tidak ada artinya,”tegas Bibit Waluyo

Selain itu Gubernur juga mewanti-wanti Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga terlantik, untuk berhati-hati dalam mengalih fungsi lahan dalam proses pembangunan lima tahun ke depan.

Gubernur merasa prihatin saat dirinya melihat lumbung beras berubah menjadi lumbung rumah atau ruko. Banyak terjadi tanah yang subur-subur dibangun ruko. Setelah itu ternyata rukonya pada tutup karena nggak laku. Tanah yang subur menjadi sia-sia,karena rukonya juga tidak menghasilkan.

“Pada era sekarang, pembangunan yang tidak mengindahkan tata ruang kota dapat menyeret bupati/ walikota setempat ke bui. Sanksinya tegas, karena kesalahan alih fungsi lahan bisa dipidana 5 – 15 tahun penjara dan denda hingga Rp. 5 miliar,” jelasnya.

Kepada Para camat, kades dan lurah, juga harus berhati-hati dalam alih fungsi lahan dan harus paham betul tentang tata ruang wilayah. Jangan sampai hanya karena ingin daerahnya dikatakan maju akhirnya mengorbankan lahan yang subur dan produktif.

Gubernur juga berpesan kepada pasangan pemimpin baru itu agar seluruh program-program kerjanya tetap disesuaikan dengan program-program kerja Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat. Sebab, bantuan-bantuan dari provinsi maupun pusat akan turun jika di anggaran kabupaten /kota itu tersedia dan memang ada programnya.

“Apalagi kalau PAD kabupaten kota itu kecil. Seperti Purbalingga, dari APBD sebanyak 708,422 miliar, PAD-nya hanya 68,143 miliar. Ketergantungan kepada bantuan provinsi dan pusat sangat tinggi. Untuk itu, agar semua bantuan dari pusat dan provinsi bisa diakses, tolonglah jangan membuat program yang jauh berbeda dnegan provinsi dna pusat,” tambahnya.

Karena pertimbangan itulah, lanjut gubernur, pemerintah kabupaten/ kota untuk tidak arogan dalam melaksanakan otonomi daerah. Otonomi Daerah bukanlah tujuan tapi hanya sarana agar kabupaten/ kota lebih mandiri, kreatif dan inovatif dalam menggali potensi-potnesi yang dimilikinya.

“Kalau ada kesulitan yang dihadapi dan di tingkat kabupaten tidak bisa diselesaikan, silahkan konsultasi ke provinsi. Kalau kami di Provinsi masih belum bisa juga, kamipun akan konsultasi ke pusat. Kita bekerja itu harus sesuai jalur, jangan seenaknya sendiri,”tegasnya.

Pelantikan dan pengambilan sumbah bupati/wakil bupati purbalingga berlangsung pagi tadi (27/7) dalam rapat paripurna istimewa DPRD di Pendopo Dipokusumo. Heru Sudjatmoko yang sebelumnya wakil bupati menggantikan Triyono Budi Sasongko yang telah dua kali menjabat bupati. Dalam pemilukada Purbalingga 18 April lalu Heru Sudjatmoko berpasangan dengan Sukento Ridho marhaendrianto sebagai wakilnya.(Hr-RSP)

2 thoughts on “Alih Fungsi Lahan, Warning buat Bupati baru.

  1. Saya sangat setuju, apabila Bupati yang baru ( Heru + Kento ) melanjutkan pembangunan yang telah dirintis oleh pejabat terdahulu ( Triyono BS ). Sehingga kesinambungan diharapakan dapat sinergi di era sekarang dan era 5 tahun yang akan datang

  2. Selamat kepada Bapak Heru dan Bapak Kento, atas dilantiknya sebagai Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga Periode 2010 – 2015. Semoga Tuhan YME senantiasa memberikan petunjuk, kesehatan, dan kekuatan kepada beliau berdua, sehingga pembangunan di Purbalingga dapat lebih maju lagi. Dan sektor pendidikan agar menjadi prioritas utama di tahun 2011, karena sampai saat ini masih banyak tenaga GURU yang statusnya masih GURU TIDAK TETAP ( GTT ) yang kesejahteraannya masih sangat jauh dari UMR bagi para tenaga kerja di pabrik.Berkaitan denagn hal tersebut, mohon supaya para GTT yang ada di Purbalingga yang bekerja sebelum tahu 2006 dapat segera diangkat menjadi PNS, karena sudah bertahun-tahun bekerja dengan imbalan yang tidak layak. Demikian, semoga menjadi pertimbangan dan prioritas unggulan, agar bidang pendidikan di Purbalingga dapat lebih maju dan berprestasi. Mohon maaf apabila ada hal-hal yang kurang berkenan. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s