Semester I 2010, Bazda Himpun ZIS Rp. 311 Juta

Berita Purbalingga, 09 Juli 2010

PURBALINGGA (RSP) – Semester I (Januari – Juni) 2010, Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) kabupaten Purbalingga berhasil menghimpun dana Zakat Infak Sodaqoh (ZIS) mencapai Rp. 311.328.906. ZIS yang diterima rumah zakat terdiri dari pemasukan zakat Rp. 264 juta, infak Rp. 31,7 juta dan sodaqoh Rp. 15,5 juta.

“Kalau dirata-rata tiap bulannya kami dapat menghimpun ZIS rata-rata Rp. 50-an juta,” ungkap Ketua Bidang Pengumpulan Bazda Drs. H Sukarno Prasodjo, Jum’at (9/7).

Dari jumlah pengumpulan pada semester I, telah disalurkan untuk delapan ashnaf penyaluran ZIS mencapai Rp. 314,6 juta. Penyaluran ZIS terbanyak digunakan untuk program aksi cepat tanggap (ACT) Januari – Juni Rp. 156,8 juta.

“Bila dilihat dari perbandingan penghimpunan dan penyaluran, dapat dikatakan pada semester I  ini kami “tekor”. Namun beruntung, kami masih memiliki saldo Desember 2009 sejumlah Rp. 374,4 juta. Sehingga kekurangan operasional Bazda masih dapat kami tutup dari saldo,” jelas Sukarno.

Data rekapitulasi penyaluran ZIS di rumah zakat menyebutkan, penyaluran ZIS masih di dominasi oleh kegiatan yang bersifat konsumtif seperti program ACT Rp. 156,8 juta, Rehab rumah tidak layak huni (Remahtilani) Rp.79,7 juta dan ashnaf lainnya seperti Muallaf, Sabilillah dan ibnu sabil. Selain itu Bazda juga menyalurkan dana infak dan sodaqoh untuk kegiatan syiar islam dan operasional Bazda mencapai Rp. 29,295 juta.

“Idealnya penyaluran ZIS tidak terlalu banyak untuk konsumtif. Namun karena tingkat kemiskinan di Purbalingga masih tinggi, maka hal itu belum bisa diminimalkan,” katanya.

Untuk penyaluran yang bersifat produktif, Bazda memberian bantuan modal kepada para pedagang kecil. Kepada mereka diberikan bantuan modal Rp. 100 ribu. Bahkan saat ini telah dinaikan menjadi Rp. 200 ribu per orang. Selama kurun waktu Januari-Juni, Bazda telah menyalurkan zakat produktif Rp. 41,7 juta.

“Tujuan penyaluran zakat produktif untuk mengangkat para pedagang agar memiliki usaha lebih besar. Harapannya setelah sukses, mereka kemudian dapat menjadi Muzaki. Tetapi hasilnya juga belum begitu memuaskan,” kata pengisi acara dialog bazda dan mimbar islam di salah satu radio milik pemkab Purbalingga.
Ditambahkan Sukarno Prasojo, program pelayanan mobil dhuafa yang telah berjalan sejak akhir maret 2010, hingga kini telah melayani permintaan masyarakat sebanyak 50 kali. Bila layanan ini dikonversi dengan uang, maka program MLKD telah memberikan keuntungan bagi masyarakat dhuafa senilai Rp. 7,8 juta. (Hr-RSP)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s