7 Sekdes Mangkir Periksa Urin

Berita Purbalingga, 09 Juni 2010

Petugas BNK periksa urin Sekdes. (Foto : CHy)

PURBALINGGA (RSP) –  Dari 50 sekretaris desa (sekdes) PNS yang diundang Badan Narkoba Kabupaten (BNK) Purbalingga 7 sekdes tidak datang, sehingga yang diperiksa urine hanya 43 sekdes. Dalam dua hari, 102 Sekdes PNS akan diperiksa urinnya, terkait rencana pemkab untuk membersihkan seluruh aparatur pemerintah dari bahaya narkoba.

Sekretaris BNK Purbalingga Edy Suyanto mengatakan, pemeriksaan urin terhadap 102 PNS dibagi dalam dua hari, hari ini 50 sekdes dan besok 52 sekdes. Tujuan pemeriksaan urine sekdes dari bahaya narkoba adalah sebagai peringatan hari anti narkoba atau lebih dikenal dengan Pencegahan Pemberantasan Peredaran Perdagangan Gelap Narkoba (P4GN).

Sementara Kasi Pengembangan Sistem Informasi BNK Purbalingga Evi Faridayanti menuturkan, karena PNS harus bersih dari Narkoba, dan Sekdes merupakan PNS baru, maka dijadikan sasaran test urine, terlebih para sekdes akan dimanfaatkan sebagai ujung tombak sosialisasi bahaya narkoba di tingkat desa.

Rencananya seluruh aparatur pemerintah di Kabupaten Purbalingga akan dijadikan sasaran test urine narkoba. Mulai dari sekdes, PNS di SKPD sampai pejabat eksekutif hingga bupati.

“Test urine ini untuk memberikan citra diri PNS yang bersih dari Narkoba. Kami targetkan dalam tiga tahun ke depan, seluruh PNS di kabupaten Purbalingga sudah melakukan test urine,” katanya.

Dijelaskan Edy Suyanto, selain melakukan test urin bagi sekdes pihaknya juga rutin melakukan sosialisasi bahaya narkoba. Senin besok (14/6) akan dilakukan sosialisasi bagi para pelajar dengan lokasi di SMPN 1 Rembang dan SMPN 1 Kejobong. Hari Kamisnya 17 Juni, BNK kembali melakukan sosialisasia bahaya narkoba di SMPN 2 Bukateja dan SMPN 1 Padamara.
Pelajar merupakan sasaran utama dalam sosialisasi bahaya Narkoba, karena mereka lebih rentang menjadi pengguna dan pengedar.

“Targetnya sepuluh, tapi awal April kemarin sudah terlaksana di SMP Candinata dibantu adik-adik mahasiswa yang sedang KKN. Jadi tinggal sembilan, empat SMP dan lima SMA/SMK. Kalau SMP nantinnya gabungan dari SMP-SMP yang ada di kecamatan yang ditunjuk. Misal nanti ada Rembang, jadi gabungan SMP-SMP se Kecamatan Rembang,” ujar Edi.

Pemberi materi dalam sosialisasi dari BNK Provinsi Jawa Tengah dan Satgas Penyuluhan BNK Purbalingga.

Para penyuluh ini, sudah memiliki tanda khusus “Pin” yang dikeluarkan oleh Badan Narkoba Nasional (BNN). Untuk mendapatkan Pin sebagai fasilitator/penyuluh narkoba harus melalui berbagai tahapan, diantaranya pernah bintek penyuluhan narkoba.

“Untuk kabupaten Purbalingga yang sudah memiliki Pin hanya ketua BNK Drs. H. Heru Sudjatmoko, M.Si,” terang Edi.

Ditambahkan Edi, BNK Purbalingga telah menyita 650 botol minuman keras berbagai merek dan ukuran. Penyitaan ratusan botol miras ini dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Operasi BNK bersama Polri. Miras sitaan rencananya akan dimusnahkan dalam waktu dekat.

Pelaksana Harian BNK Purbalingga Edi Suyanto mengharapkan masyarakat yang memiliki informasi tentang penjualan miras dan narkoba untuk melaporkan ke pihak berwajib maupun BNK. Sebagai tindaklanjut dari laporan masyarakat, BNK akan melakukan pendekatan kepada pedagang, dan langkah terakhir berupa penyitaan. (Umang/Hr-RSP)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s