Meresahkan, Pemerasan Berkedok Wartawan

Berita Purbalingga, 11 Mei 2010

PURBALINGGA  (RSP) –  Beberapa waktu terakhir, Bagian Humas Setda Kabupaten Purbaligga menerima laporan tentang adanya seseorang yang mengaku dari sebuah aliansi kewartawan, menjual kaos bertuliskan aliansi kewartawanan senilai Rp. 100ribu. Persoalannya, selain harga kaos yang terlalu mahal untuk kualitas kaos yang minim, ‘sang wartawan’ juga memaksa ‘korbannya’ untuk membeli dengan ancaman akan diberitakan negatif di media massa .

Kepala UPT Dinas Pendidikan Kaligondang, Sukamto, S.Pd mengatakan pihaknya sekitar 10 hari sebelumnya memang didatangi orang yag mengaku akan mendirikan Aliansi Wartawan Indoedsia (AWI).

“Katanya untuk mendirikan aliansi itu, butuh uang banyak jadi dia jual kaos. Dia mintanya saya beli 3, tapi saya Cuma beli 1 saja. Cuma kaonya kok mahal sekali ya, 100ribu, kualitasnya juga kurang bagus,” ujar Sukamto.

Parahnya, setelah mendapat stempel UPT Dinas Pendidikan Kaligondang, ‘sang wartawan’ merangsek ke kepala-kepala sekolah di bawah naungan UPT tersebut. Stempel UPT, dijadikan alat sebagai legalisasi sehingga seolah-olah aksi ‘sang wartawan’ sudah mendapat restu dari kepala UPT.

“Ya, memang. Setelah itu, saya mendapat laporan dari kepala-kepala sekolah di wilayah saya, kalau mereka didatangi wartawan yang jual kaos seharga 100ribu. Mereka curiga wartawan kok bukannya cari berita tapi malah jual kaos. Memaksa lagi caranya,” jelasnya.

Para camat dan kepala desa juga tak luput dari incaran. Dengan berbekal surat perihal pembentukkan Aliansi Wartawan Indonesia (AWI), ditandatani ketua DPD AWI Prov Jateng E. Edi Suhendi.K, ‘sang wartawan’ meminta camat dan lurah/ kades untuk mendukung pembentukan AWI.

Para camat dan kades terpaksa menyerahkan uang Rp. 100ribu, karena dalam surat tersebut AWI telah tercatat secara resmi di Departemen Dalam Negeri RI melalui Direktorat Jendral Kesatuan Bangsa dan Politik tanggal 30 Mei 2006. Surat tersebut juga memuat lengkap alamat AWI di Jl. Pedurungan Kidul V No. 05 Pedurungan Semarang – Jawa Tengah.

Tak hanya para pejabat pemerintahan,, kontraktor dan pengembang properti juga menjadi sasaran empuk. Apalagi jika mereka menjadi pemenang tender tertentu. Riyono, salah satunya. ‘Sang wartawan’ sampai tiga kali mendatangi rumahnya di Purbalingga Wetan hingga uang Rp.100ribupun ditukar dengan kaos tipis.

“Dia ngancam kalau saya tidak beli kaosnya, nanti saya diberitakan yang tidak-tidak. Karena sudah tiga kali bolak-balik ke rumah saya, saya jadi risih, ya udah saya kasih 100 ribu,” ujar Riyono.

Jangan Takut Wartawan

Menanggapi fenomena ini, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Pokja Purbalingga, Joko Santoso menghimbau masyarakat jangan takut dengan wartawan. Ketakutan masyarakat akan diberitakan negatif oleh wartawan hanya akan dimanfaatkan oknum atau wartawan gadungan untuk memeras.

“Kalau tidak salah, kenapa harus takut akan diberitakan macam-macam oleh wartawan? Kalaupun ada wartawan yang memuat fitnah, ada mekanisme pelaporan yang bisa digunakan. Mulai dari hak jawab hingga pengaduan ke kepolisian jika sudah ada indikasi pencemaran nama baik atau pemerasan,” tegasnya.

Joko mengaku tidak ingin menanggapi aliansi kewartawanan yang melakukan praktek jual kaos dengan pemaksaan ke sejumlah orang berpengaruh.

“Dalam hal ini saya tidak mau menanggapi AWI atau aliansi kewartawanan apapun selain PWI. Karena itu sudah beda organisasi. Hanya kalau mencermati kode etik, wartawan tidak boleh meminta uang apalagi sampai memaksa untuk beli kaos dengan haga tidak masuk akal,”imbuhnya.

Senada dengan Joko, Kasubag Pemberitaan dan Media Massa Bagian Humas Setda Purbalingga Ir. Prayitno, M.Si juga menyarankan kepada semua kepala unit kerja Pemkab Purbalingga untuk tidak menanggapi wartawan yang meminta uang atau mengindikasikan pemerasan.

“Tidak perlu ditanggapi. Karena sesuai UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, tugas wartawan adalah mencari dan membuat berita. Bukan meminta uang apalagi memeras, menjual kaos dan sejenisnya. Jika kepala unit kerja ingin tau siapa saja wartawan resmi di Purbalingga, bisa minta datanya di Bagian Humas Setda Purbalingga,” tegasnya. (cie/Humas)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s