Bupati Triyono Tantang Penyuluh KB Pecahkan Rekor MOW Terbanyak

Berita Purbalingga, 06 Mei 2010

Bupati Triyono menyaksikan salah seorang peserta MOP - Foto : Hr-RSP

PURBALINGGA (RSP) – Di sisa akhir jabatannya, Bupati Triyono Budi Sasongko berobsesi memecahkan rekor MURI melalui Peserta KB Metode Operasi Wanita (MOW) terbanyak di Indonesia.

Bupati menantang para penyuluh, kader kesehatan, termasuk dari TNI untuk merealisasikannya. Bupati menyampaikan tantangan itu dalam acara Pencanangan Bhakti Sosial TNI KB – Kesehatan Terpadu 2010 di Pendopo Dipokusumo, Kamis (6/5).

“Untuk bisa memecahkan rekor ini, harus terkumpul peserta yang memenuhi syarat sebanyak minimal 400 wanita. Sebab, pada rekor MOW terbanyak sebelumnya, MURI mencatat terbanyak 400 wanita,” kata Triyono sembari menetapkan target waktu pemecahan pada awal atau pertengahan Juli mendatang.

Dikatakan Triyono, Urgensi pemecahan rekor lebih pada kepentingan sosialisasi memasyarakatkan kontrasepsi ideal seperti MOW dan MOP, yang terbukti efektif dan murah. Karena selama ini, masyarakat Indonesia termasuk Purbalingga, lebih mengenal kontrasepsi hormonal seperti pil, implant dan suntik yang relatif membutuhkan subsidi sangat besar dari pemerintah dan masih memiliki kemungkinan gagal.

Dalam sambutannya, Bupati menyebutkan pentingnya menggenjot program KB setelah selama satu dasar warsa terakhir sejak reformasi dan pelaksanaan otonomi daerah, KB kurang mendapat porsi memadai karena perubahan kewenangan penanganan dari pemerintah pusat ke pemerintah kabupaten.

Menurut Bupati, KB lebih berhasil jika ditangani langsung oleh pemerintah pusat. Sebab, bupati/ walikota sebagai penentu kebijakan sebuah kabupaten/kota dengan masa jabatan hanya lima tahun lebih memilih program-program yang langsung bisa dilihat oleh rakyatnya selama kurun waktu lima tahun itu.

“Jarang ada bupati atau walikota yang mau ngurusi KB secara maksimal kalau tidak didukung dari pemerintah pusat. Sebab, selain dananya harus sangat besar, program KB ini hasilnya juga baru bisa dilihat 25 tahun yang akan datang,” jelas Triyono.

Apa yang disampaikan Bupati ini sangat beralasan. Sebab, kerja keras pemerintah dalam menggalakkan KB selama 39 tahun, baru terlihat hasilnya dari Survei Penduduk Antar Sensus (Supas) tahun 2008. Sejak dicanangkan pemerintah sebagai salah satu prioritas program pembangunan pada tahun 1970, program KB mampu menekan Total Fertility Rate (TFR) lebih dari setengah dari kondisi pada awal program.

Jika pada tahun 1970 lalu TFR masih sebesar 5,6 anak, maka kini sudah turun menjadi 2,6 per ibu. Penurunan TFR ini telah menyebabkan laju pertumbuhan penduduk turun dari 2,3 per tahun menjadi 1,39 persen pada saat sekarang. TFR sendiri merupakan jumlah rata-rata anak yang dilahirkan oleh seorang Wanita Usia Subur (WUS) selama masa suburnya. Targetnya, tahun 2011 TFR mencapai 2,00 sehingga tercapai laju pertumbuhan penduduk di bawah 0,9%.

Usai pembukaan Bhakti Sosial TNI KB – Kesehatan,Bupati bersama anggota Muspida lainnya meninjau pelaksanaan KB MOP (Metode Operasi Pria) yang diikuti sekitar 40-an pria di Graha Srikandi. Kegiatan ini menjadi satu rangkaian dengan pelaksanaan MOW dengan peserta sebanyak 200-an ibu di Gedung KORPRI, kemarin. (cie/Hr-RSP)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s