Konsumsi Ikan Masyarakat Purbalingga Rendah.

Berita Purbalingga, 03 Mei 2010

Hasil budidaya lele Purbalingga tahun 2009 mencapai 3,2 ton - (foto : doc)

PURBALINGGA (RSP) – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi ikan masyarakat Purbalingg masih dibawah rata-rata konsumsi ikan nasional. Dalam tahun 2009 lalu, konsumsi ikan per kapita per tahun baru sebesar 18 kg, sedangkan konsumsi nasional sudah mencapai 26 kg/kapita/tahun.

Kabid Perikanan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan ) Purbalingga Ir Sediyono menuturkan, rendahnya konsumsi ikan masyarakat Purbalingga ini merupakan salah satu faktor kurang bergairahnya pengembangan budidaya ikan di Purbalingga. Padahal produksi ikan Purbalingga pada tahun 2009 lalu mencapai 8.134 ton. Terbanyak pada produksi ikan lele mencapai 3.256 ton dan gurame 2.102 ton.

“Bila tingkat konsumsi ikan masyarakat Purbalingga meningkat, tentu akan lebih menggairahkan semangat para pembudidaya ikan untuk mengembangkan usahanya,” kata Sediyono.

Dijelaskan Sediyono, meski Purbalingga banyak tumbuh bisnis kuliner, namun tingkat pertumbuhan itu tidak signifikan dengan produk perikanan. Pasalnya dari usaha bisnis kuliner tersebut, menu yang disajikan berbahan ikan air tawar hanya berkisar 25 % saja. Sehingga hasil perikanan Purbalingga utamanya gurameh banyak dijual ke luar daerah.

“Salah satu upaya meningkatkan minat konsumsi ikan, kami sudah melakukan promosi dengan menebar benih ikan di sungai-sungai. Hal ini untuk meningkatkan minat konsumsi ikan, terutama bagi warga di sepanjang sungai tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Unit Pelayanan Pengembangan Perikanan (UPP) Purbalingga dalam waktu dekat akan mengusulkan kepada pemkab agar menggalakan gemar makan ikan air tawar.

“Kami ingin menawarkan kepada kalangan PNS seperti yang dilakukan pada program beras Puspahastama. Yakni dengan mengusulkan kepada Pemkab agar memotong tambahan penghasilan PNS untuk membeli produk hasil perikanan kita,’ kata  sekretaris UPP Purbalingga Yuwono SPd.

Kabid Perikanan pada Disnakan Ir Sediyono mengungkapkan, setelah Purbalingga memiliki desa Prasasti Mina di Kemangkon, dalam tahun 2011 menadatang pihaknya kembali akan mengusulkan ke pemerintah pusat untuk mendapatkan program Metropolitan Mina  atau kota ikan. (Umang/Hr-RSP)

3 thoughts on “Konsumsi Ikan Masyarakat Purbalingga Rendah.

  1. itu sudah bukan rahasia lagi.sekarang lemanya daya beli masyarakat itu berkenaan dengan penghasilan.banyak masyarakat masih di bawah garis kemiskinan,jangan kan beli ikan.buat kasih jajan anak nya yang sekolah aja teras berat.setuju sekali apabila program itu di terapkan kepada pns.nanti kita sebagai rakyat kalangan bawah akan mingikuti.

  2. perlu adanya semacam kegiatan penyuluhan yang bersifaat persuasif agar sebagian besar warga dapat gemar makan ikan, karena dapat dikatakan ketidaksukaan mereka terhadap ikan selain masalah finansial mungkin juga karena mereka alergi atau memiliki fikiran bahwa kan kita sudah tercemar berat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s