Batik Tulis Purbalingga Harus Inovatif

Berita Purbalingga, 27 April 2010

Batik kategori "Busana Pesta" dikenakan sejumlah peragawati lokal - (Foto : Hr-RSP)

PURBALINGGA (RSP) – Bupati Purbalingga Triyono Budi Sasongko berharap kerajinan batik tulis khas Purbalingga terus dikembangkan sebagai upaya pelestarian budaya dan meningkatkan perekonomian rakyat.

Pengembangan batik sebagai warisan budaya Indonesia sebagaimana diakui UNESCO, selain berdampak terhadap pelestarian budaya juga akan mampu meningkatkan perekonomian daerah.

“Saya yakin betul kegiatan ini akan berdampak tidak hanya terhadap pelestarian warisan budaya tetapi juga pada peningkatan perekonomian daerah,” kata Triyono saat membuka Gelar Cipta Karya Batik Purbalingga 2010 di Pendopo Dipokusumo Purbalingga, Selasa (27/4).

Diakui Bupati, keberadaan batik tulis khas Purbalingga belum semaju batik Pekalongan dan Yogyakarta. Karena itu keberadaan batik tulis khas Purbalingga ini perlu didorong untuk terus dikembangkan sehingga dapat menembus pasar nasional maupun internasional.

Menurut dia, batik tulis Purbalingga saat ini masih banyak yang terpengaruh corak batik Banyumasan yang cenderung berwarna gelap.

“Saya minta para perajin batik Purbalingga terus memacu kreativitasnya, sehingga desain batiknya makin menarik minat generasi muda untuk memakainya. Cobalah membuat motif yang berwarna cerah dan sesuai gaya anak muda saat ini,” katanya

Ketua Panitia Gelar Cipta Karya Batik Purbalingga 2010, Mukodam mengatakan, kegiatan ini ditujukan untuk memotivasi perajin batik tulis khas Purbalingga sehingga lebih giat dalam berinovasi.

Selain itu juga dalam rangkaian peringatan Hari Kartini yang diselenggarakan oleh Forum Perajin Batik Purbalingga bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah Purbalingga, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Purbalingga serta Rumah Mode Tarto’s.

“Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong pemasaran dan penggunaan batik tulis Purbalingga sebagai wujud kecintaan terhadap budaya lokal,” kata Mukodam yang juga Kepala Bagian Perekonomian Setda Purbalingga.

Gelar Cipta Karya Batik Purbalinga 2010 ini diikuti 157 peserta lomba desain batik, 30 peserta lomba desain busana kerja bermotif batik, dan 42 peserta lomba desain busana pesta bermotif batik. (Hr-RSP)

4 thoughts on “Batik Tulis Purbalingga Harus Inovatif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s