SMA Muhammadiyah Sweeping Siswa kelas XII

Berita Purbalingga, 26 April 2010

Foto : Illustrasi (doc)

PURBALINGGA (RSP) – Sejumlah siswa SMA Muhammadiyah Purbalingga histeris. Peristiwa itu terjadi saat pihak sekolah melakukan sweeping sejata tajam, cet dan spidol menjelang pengumuman kelulusan UN di sekolah itu, Senin pagi (26/4).

Sweeping tersebut dilakukan untuk mengantisipasi tindakkan anarkis sebagai ungkapan kegembiraan siswa setelah lulus ujian.

Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Purbalingga Drs. Dodi Prastowo mengatakan pihaknya bekerjasama dengan aparat kepolisian melakukan sweeping kepada siswa kelas XII. Sweeping dilakukan untuk mengatisipasi keamanan di lingkungan sekolah, sebelum para siswa menerima pengumuman hasil kelulusan.

“Hal ini kami lakukan juga sebagai respon positif atas himbauan Dinas Pendidikan agar pengumuman kelulusan tidak disertai aksi corat coret baju dan konvoi kendaraan,” kata Dodi Prastowo.

Selain memeriksa seluruh Tas siswa kelas 12, aparat kepolisian juga melakukan pemeriksaan bagasi sepeda motor. Usai sweeping, seluruh siswa kelas 12 diminta membuat surat penyataan tidak melakukan konvoi kendaraan bermotor serta tidak mengecet baju dan rambut.

Setiap siswa yang dinyatakan lulus diminta untuk mengumpulkan baju seragamnya. Baju seragam ini nantinya akan diberikan ke panti asuhan. Sedangkan baju yang dikumpulkan merupakan baju yang masih layak sederhana dan tidak ada coretan akibat luapan kegembiraan.

“Tingkat kelulusan siswa SMA Muhamadiyah Purbalingga mencapai 75% atau naik 5% dibanding tahun lalu. Dari jumlah siswa yang mengikuti Ujian Nasional sebanyak 167 siswa, yang dinyatakan tidak lulus sebanyak 48 siswa,” ungkap Dodi saat ditanya tingkat keluluasan siswa sekolah yang berada di selatan alun alun Purbalingga.

Pihaknya berharap meski peserta UN tahun ini yang gagal masih ada sekitar 20%, diharapkan mereka dapat lulus 100% setelah mengikuti Ujian ulangan.

Dari pantauan Suara Perwira, paska pengumuman kelulusan, salah seorang siswa yang dinyatakan tidak lulus yakni Sukma Priatama histeris dan mengamuk karena kecewa setelah tahu dirinya tidak lulus. Siswa tersebut sempat membuat gaduh sekolah dan akhirnya pingsan.(Umang/Dian/Hr-RSP)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s