Cabup/Cawabup “Money Politics”, Dibatalkan Pencalonannya.

Berita Purbalingga, 10 April 2010

Ketua Panwaslukada Purbalingga Basuki SH siaran Dialog Interaktif di RSP - ( Foto : Hr-RSP )

PURBALINGGA (RSP) – Hingga hari ke-9 tahapan kampanye pemilukada Purbalingga panwas pemilukada belum menemukan pelanggaran yg berarti. Meski demikian masing-masing cabup/cawabup secara bersama melakukan beberapa pelanggaran. Pelanggaran itu diantaranya mengikutsertakan anak kecil dalam kegiatan kampanye. Selain itu ada calon yang dalam penyampaian orasi masih profokatif dan menjelakan pasangan lain.

“Pelanggaran berarti belum ada. Namun pasangan calon masih ada yang belum mematuhi ikrar kesepakatan damai dan ketentuan Peraturan Bupati (Perbup-red) tentang penggunaan dan pemasangan atribut kampanye,” ungkap Ketua Panwaslukada Basuki, SH dalam sebuah acara dialog interaktif di Radio Suara Perwira, Jum’at malam (9/4).

Dialog interaktif yang dipandu Umang Sumarsono mendapat banyak pertanyaan dari masyarakat pendengar utamanya menyangkut netralitas PNS dan dugaan politik uang.
Ny. Mulyanto, salah seorang istri PNS di Purbalingga Wetan menanyakan posisi istri dan keluarga PNS dalam penyelenggaraan pemilukada. Menurutnya, banyak istri PNS tidak terlibat kampanye karena takut suaminya terkena sangsi.

Sementara dari jejaring sosial Facebook Radio Suara Perwira juga ada beberapa pertanyaan kepada panswas. Aan Rogundez Jr mempertanyakan komitmen panwas atas kegiatan money politics yang menurutnya sudah dilakukan terang-terangan oleh calon. Facebooker lainnya Agus Wijaya Seno menuntut panwas mengambil tindakan kepada seorang PNS yang terang terangan mengkampanyekan salah satu pasangan calon.

Menanggapi berbagai pertanyaan itu, Basuki mengatakan meski personil pansawlukada terbatas, namun pihanya siang malam terus memantau aktifitas calon dan tim kampanye utamanya menyangkut pengawasan terhadap money politics atau pembelian suara. Pihaknya telah memasang jaringan pengawasan hingga di desa-desa.

“Meski begitu kami mengharap partisipasi masyarakat, apabila mengetahui ada pelanggaran agar segera melapor ke panwas baik yang ada di tingkat kabupaten, kecamatan maupun PPL di desa.  Menyangkut money politics, sanksi pidana hanya diberlakukan bagi si pemberi. Dan apabila terbukti cabup/cawabup bersangkutan dapat dibatalkan pencalonanya. Yang membatalkan DPRD,” tegas Basuki.

Khusus untuk netralitas PNS, menurut Basuki aturannya hanya berlaku dan melekat pada individu PNS bersangkutan. Bagi keluarganya (istri dan Anak – red) dapat melakukan aktifitas kampanye.  “Memang dimasyarakat, aturan netralitas PNS ini masih belum tersosialisasikan dengan baik. Sehingga banyak keluarga PNS yang ketakutan menyalurkan haknya dalam mendukung
calon pilihanya. Tapi bagi individu PNS memang harus netral. Dan kalau ada yang tidak netral silahkan masyarakat melaporkannya kepada kami,”  jelas pria berjengot itu.

Diakui Basuki, dalam masa kampanye yang masih akan berlangsung hingga 14 April mendatang, kinerja panwas di semua lini memang harus ekstra keras. Hal ini dilakukan agar pemilukada Purbalingga dapat sukses dan terselenggara tanpa adanya cacat hukum.

Di akhir dialog Basuki juga mengharapkan adanya sinergi yang baik antara penyelenggara pemilukada, panwas dan pihak keamanan. Pihaknya juga berpesan kepada masyarakat Purbalingga yang telah memiliki hak pilih untuk datang dan mencoblos pilihannya pada pemilukada 18 April 2010.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemilihan bupati/wakil bupati Purbalingga diikuti tiga pasangan yakni no urut 1 pasangan R Bambang Budi Surjono – Drs Mohamad Wijaya MM,  no urut 2 pasangan Drs H Heru Sudjatmoko – Drs H Sukento Rido Marhaendrianto MM dan  no urut 3 pasangan Ir Singgih Hidayat – Setyaningrum. (Hr-RSP)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s