Tiga Paslon Adu Cerdas dalam Debat Cabup/Cawabup

Berita Purbalingga, 3 April 2010

PURBALINGGA (RSP) – Berbagai permasalahan di Purbalingga menjadi studi kasus bagi para pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati dalam Debat Cabup-Cawabup yang digelar KPUD Purbalingga di Gedung Bina Sejahtera, Sabtu (3/4). Di depan sekitar 300-an undangan, tiga paslon adu cerdas dan tanggap menyampaikan rangkaian solusi sesuai visi misi yang diusungnya.

Salah satu poin yang paling menarik ketika moderator Prof. Dr. Pratikno, M.Soc. Sc dari UGM meminta pendapat para paslon tentang dilematis Pemkab Purbalingga dimana satu sisi ingin menarik investor sebanyak mungkin namun di sisi lain ingin melindungi kaum buruh yang mayoritas penduduk Purbalingga.

Menanggapi hal ini, pasangan Ir. Singgih Hidayat, EHS. Dipl yang mendapat kesempatan pertama menyampaikan solusinya, berjanji akan menyelenggarakan seleksi bagi plasma-plasma yang ada dan tiap investor yang datang. Plasma-plasma harus dijamin sehat, baik dari keuangan, kepatuhan terhadap aturan, termasuk dalm hal kesejahteraan buruh. Investor tetap diupayakan untuk masuk Purbalingga, dengan mempertimbangkan untung rugi bagi Purbalingga.

Sementara, Setyaningrum sebagai wakilnya, menambahkan pentingnya pengaturan jam kerja para pekerja paabrik terutama kaum perempuan agar tidak pulang terlalu larut malam karena perannya yang kompleks dalam rumahh tangga.

R. Bambang Budi Surjono yang mendapat giliran selanjutnya mengakui persoalan tersebut memang sulit diatasi. Sayangnya, cabup dengan jargon “Pendidikan Maju Pertanian Jaya” ini tidak memberikan alternatif solusi dari permasalahn yang diajukan sang moderator.

Sementara calon wakil bupati pendampingnya, Mohammad Wijaya menitikberatkan pada jaminan keamanan bagi pengusaha sehingga Purbalingga tetap sebagai kabupaten pro investasi. Di akhir kesempatan, Wijaya tidak sempat menyampaikan solusinya untuk melindungi buruh karena waktu yang diberikan moderator telah habis.

Terakhir, Drs. H. Heru Sudjatmoko, M.Si menyampaikan untuk menarik investor pihaknya akan menekan ekonomi biaya tinggi dengan manajemen perijinan yang murah, mudah, tanpa pungli dan cepat. Tak hanya itu, menurut Heru penting juga memfasilitasi pengusaha dengan sarana prasarana yang memadai seperti jalan, jembatan, jaringan listrik dan air bersih. Dari sisi pekerja, pihaknya akan membuat regulasi yang bisa menguntungkan kedua belah pihak,mengacu pada standar kehidupan yang layak. Namun karena meningkatkan upah tanpa disertai kerampilan tidak fair, maka Heru didukung wakilnya, Drs. Sukento Rido Marhaendrianto, MM yang menambahkan pihaknya akan mengoptimalkan SMK dan balai latihan kerja untuk mendidik para pemuda lebih trampil dan produktif.

Kento juga menghimbau, untuk mencapai sejahtera pada dasarnya orang butuh peningkatan pendapatan dan turunnya biaya hidup. Peningkatan pendapatan mungkin sulit terealisasi, sehingga paling memunginkan menurunkan biaya hidup dengan sistem job order yang semakin ditingkatkan, artinya mendekatkan lokasi pabrik dengan domisili para bekerja, atau meningkatkan jumlah pekerja untuk skala rumahan.

Acara yang sempat molor hampir dua jam itu berjalan relatif lancar, karena telah dijaga ketat oleh pasukan Satuan Polisi pamong Praja untuk menghindari anarkisme. Himbauan ini juga disampaikan Sekda Purbalingga, Subeno, MM. saat membacakan sambutan Bupati dalam acara tersebut. (cie/Hr-RSP)

One thought on “Tiga Paslon Adu Cerdas dalam Debat Cabup/Cawabup

  1. kepada Temen2 yang perduli ilmu dan ingin menambha pengetahuaanyya di bidang perpajakan, hal yang sangat penting di era yang sekarang ini. mengingat banyaknya permasalahan antara fiskus dan WP timbul karena pengisian SPT yang tidak benar, ada info nie..sayang jika dilewatin…btw tlg sebar, sapa tahu ada yang bener2 ertarik tapi tidak tahu jika ada media kayak gini.
    Pengisian SPT adalah hal wajib bagi perusahaan, baik untuk menyetor PPh akhir tahun karyawannya, penghasilan badan itu sendiri, juga keperluan lainnya. Kesemua hal itu telah diatur dalam UU PPh no 36 tahun 2008 dan peraturan – peraturan penjelasnya. Namun, seringkali wajib pajak kurang memahami Undang – undang tersebut sehingga menimbulkan salah pencatatan maupun pembukuan yang pada akhirnya membuahkan sanksi atau denda yang merugikan perusahaan.

    Untuk itu tax paradise mempersembahkan workshop perpajakan dengan tema “pembukuan dan pencatatan” untuk memfasilitasi peserta dalam memahami dan mempraktekkan tentang pengisian SPT itu sendiri.

    Metode Pelatihan :

    Metode yang digunakan adalah, workshop, simulasi dan praktek.
    info di http://www.pajak-stan.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s