UN SLTP diikuti 13.388 Siswa

Berita Purbalingga, 29 Maret 2010

PURBALINGGA (RSP) – Puluhan ribu siswa SLTP, pada Senin (29/3) pagi tadi mulai melaksanakan ujian nasional (UN) hari pertama. Sedikitnya terdapat 13.388 orang siswa yang masuk dalam daftar nominatif tetap (DPT) propinsi. Mereka tersebar di 13 subrayon dengan sekolah penyelenggara lebih dari 118 sekolah.
Masing-masing subrayon tersebut adalah  subrayon I di SMPN 1 Purbalingga,  subrayon II SMPN 2 Kalimanah, subrayon III SMPN 1 Padamara. Subrayon IV SMPN 1 Bojongsari, subrayon V SMPN 1 Bobotsari. Subrayon VI SMPN 1 Karangreja, subrayon VII MTs Negeri Karanganyar.
Selain itu terdapat di subrayon VIII SMPN 1 Karangmoncol, subrayon IX SMPN 2 Rembang. Subrayon X SMPN 1 Kaligondang, subrayon XI  SMPN 1 Pengadegan. Ditambah subrayon XII SMPN 2 Kemangkon dan terakhir subrayon XIII di SMPN 1 Bukateja.
“Penentuan subrayon berdasarkan pertimbangan letak wilayah untuk mempermudah distribusi soal,” kata Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Purbalingga, Subeno SE, Minggu (28/3) saat distribusi soal ke subrayon di Dinas Pendidikan.
Dalam sehari mereka hanya mengerjakan satu mata pelajaran. Masing-masing secara berurutan yaitu, hari pertama mapel Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan hari terakhir Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
“Para siswa yang tidak bisa mengikuti ujian utama karena alasan yang jelas, misalnya sakit bisa mengikuti ujian nasional susulan. Yaitu satu minggu setelah jadwal ujian utama selesai,” katanya.
Subeno juga mengatakan jika tahapan pendistribusian soal hingga ke subrayon sangat mengedepankan keamanan. Pengawasan sangat ketat, seperti pada hari pertama pendistribusian kemarin, prosedurnya disaksikan dan dikawal pihak kepolisian dan tim pengawas independen. “Kami jamin tak ada kebocoran soal hingga hari pelaksanaan ujian. Termasuk saat menginap semalam di setiap subrayon,” klaim Subeno.
Sekretaris Tim Pemantau Independen (TPI) yang juga Ketua Dewan Pendidikan Purbalingga Soedino SE mengatakan, sejak H-1 ujian hingga usai, kabupaten Purbaliangga mendapatkan jatah sebanyak 158 personil. Masing- masing dialokasikan dengan jumlah satu orang setiap sekolah penyelenggara UN. Tim berasal dari akademisi perguruan tinggi, forum komunikasi komite sekolah dan dewan pendidikan.
“Tim hanya bertugas melakukan pemantauan bukan melakukan pengawasan hingga ke siswa. Tim di lapangan juga memonitor dan melaporkan kepada tim kabupaten. Jika ada penyimpangan atau pelanggaran aturan pada suatu sekolah tim kabupaten akan terus melaporkan ke tim propinsi dan pusat,” kata Soedino. (Chy/Hr-RSP)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s