UN di Purbalingga, Satu Siswa Diantar Jemput

Berita Purbalingga, 22 maret 2010

PURBALINGGA (RSP) – Satu siswa peserta Ujian Nasional (UN) dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Purbalingga terpaksa diantar dan dijemput pihak sekolah. Pasalnya siswa putri tersebut tidak bisa berdiri apalagi berjalan untuk menuju lokasi ujian.

Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Purbalingga Drs. Muslih membenarkan, salah satu siswanya terpaksa harus diantar dan dijemput pihak sekolah karena kasus kecelakaan lalulintas yang dialami, seminggu sebelum pelaksanaan Ujian Nasional.
“Namanya Dalia Kumalasari, kondisinya patah tulang di kaki dan memang tidak bisa berdiri sama sekali. Kami khawatir kalau dilaksanakan dirumah dan kemudian ada keterlambatan dalam menyetorkan lembar jawaban, nanti dikira melakukan kecurangan. Oleh karena itu kami memilih mengantar jemput siswa ke tempat ujian,” kata Muslih.

Ditambahkan Muslih, berkaitan dengan UN, berbagai upaya dilakukan pihak sekolah untuk meningkatkan prosentase kelulusan siswa. Karena pada tahun sebelumnya MAN Purbalingga baru dapat meluluskan 87% dari 212 siswanya. Diharapkan prosentase kelulusan kali ini meningkat, atau diatas 95%. “Persiapannya lumayan serius, kami telah melakukan bimbingan belajar dan try out. Untuk les dilakukan sore hari sejak sepuluh bulan yang lalu, kemudian kami mengadakan doa bersama pagi dan malam hari bahkan menjelang UN diadakan Istiqosah dan Review mapel oleh masing-masing guru mapel,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Purbalingga Heny Ruslanto mengatakan, jumlah peserta UN SMA dan MA se Kabupaten Purbalingga sebanyak 3.197 siswa dan jenjang SMK 2.822 siswa dengan jumlah pengawas 356 orang. Disamping pengawas UN, terdapat Tim Satuan Pengawas Pendidikan dari Unsoed Purwokerto sejumlah 35 dosen yang tersebar di semua lokasi ujian nasional. UN akan berlangsung hingga Kamis (25/3).

Materi pelajaran yang diujikan, pada hari pertama Senin (22/3) Bahasa Indonesia dan Biologi/Sosiologi, Selasa (23/3) Bahasa inggris, Rabu (24/3) Matematika, Kamis (25/3) Fisika/Geografi, Jum’at (26/3) Kimia/Ekonomi. Khusus SMK Jum’at (26/3) Kompetensi Keahlian.
“Peserta UN dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan yakni memiliki rata-rata UN 5,50 untuk seluruh mapel yang diujikan. Atau dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mapel dan minimal 4,25 untuk mapel lainnya. Khusus untuk SMK, nilai mapel kompetensi keahlian kejuruan minimal 7,00,” jelas Heny.

Dikatakan, semua jawaban SMA/MA/SMK nantinya akan diserahkan ke Unnes Semarang untuk di scanning. Kemudian dinilai oleh pusat penilaian pendidikan (Puspendik) Jakarta.

Heny menjamin tidak ada kebocoran soal. Mengingat pengambilan, penyimpanan dan pendistribusian soal dijaga ketat oleh aparat dan tim dengan pengamanan sesuai standar. (Umang/Hr-RSP)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s