Dua Desa Wisata baru, Tunggu SK Bupati

Berita Purbalingga, 19 Maret 2010
PURBALINGGA (RSP) – Rencana pemkab Purbalingga menambah dua desa wisata semakin mendekati kenyataan. Persiapan yang selama ini dilakukan oleh Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora) Purbalingga telah selesai. Bahkan saat ini tinggal menunggu ditandatanganinya Surat Keputusan (SK) kedua lokasi wisata itu oleh Bupati.

“Setelah Purbalingga berhasil mengelola desa Karangbanjar sebagai desa Wisata, kami akan membuka dua desa wisata baru yakni desa wisata Serang di Kecamatan Karangreja dan desa wisata Penusupan di Kecamatan Rembang. Persiapannya telah kami selesaikan tinggal menunggu SK Bupati turun,” kata Suyitno, Kepala Disbudparpora Purbalingga saat wawancara khusus dengan Radio Republik Indonesia (RRI) di Desa Wisata karangbanjar Jum’at pagi (19/3).

Dikatakan Suyitno pihaknya telah melakukan langkah-langkah persiapan seperti melakukan sosialisasi pembentukan desa wisata, pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan pelatihan cara mengelola desa wisata. Desa Serang Kecamatan Karangreja, dikembangkan menjadi salah satu desa wisata di Kabupaten Purbalingga dengan mengandalkan potensi agro berupa tanaman hortikultura buah strowberi dan sayuran.  Paket wisata yang disuguhkan meliputi paket wisata “Seranggola”. Paket ini menggabungkan potensi wisata alam desa Serang dengan wisata Goa Lawa di desa Siwarak. Selain Desa Serang, desa lainnya yang dipersiapkan sebagai desa wisata yakni Desa penusupan, Kecamatan Rembang. Di Desa Penusupan mengandalkan wisata religi berupa makam Ardi Lawet. Wisata itu menjadi embrio desa wisata, karena ramai dikunjungi khususnya pada hari Rabu, Kamis dan Jum’at.

Sementara desa wisata yang sudah ada sebelumnya yakni Desa Karangbanjar, kecamatan Bojongsari, dengan andalannya kerajinan rambut dan sapu glagah.
“Untuk desa wisata karangbanjar, perkembangannya cukup menggembirakan. Hal ini dapat dilihat dari pengunjung homestay yang selalu ada setiap harinya. Terakhir desa Karangbanjar dua kali dikunjungi para kepala kampung kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua. Mereka tidak menginap di hotel tetapi di Homestay penduduk,” katanya.

Ditanya mengenai perkembangan pariwisata Purbalingga, Suyitno menjelaskan sejak tahun 2005 pariwisata Purbalingga berkembang cukup pesat. Hal ini didukung dengan bermunculannya obyek-obyek wisata baru seperti Obyek Wisata Air Bojongsari (Owabong), Taman wisata Purbasari Pancuran Mas dan Wisata pendidikan Sanggaluri Park. “Di wilayah Jawa Tengah, tahun 2009 lalu, perkembangan pariwisata Purbalingga bahkan menduduki peringkat 2 menurut data yang dikeluarkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata propinsi Jawa Tengah,” kata Suyitno.

Menurutnya, untuk mempertahankan kondisi itu kedepan pihaknya akan selalu mengembangkan dan menjaga daya tarik wisata yang ada, meningkatkan akses wisata dan terus melakukan promosi wisata keluar daerah. “Untuk dapat menjaga dan mengembangkan daya tarik, setiap obyek wisata di Purbalingga harus mampu menambah wahana baru tiap tahunnya. Sehingga wisatawan tidak akan bosan berkunjung ke Purbalingga,” pungkas Suyitno. (Hr-RSP)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s