Hasil PNPM-MD Kecamatan Karangreja Diresmikan Bupati

Berita Purbalingga, 17 Maret 2010

PURBALINGGA (RSP) – Hasil kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MD) di 7 desa kecamatan Karangreja, Rabu siang (17/3) diresmikan oleh Bupati Triyono Budi Sasongko. Peresmian dipusatkan di Balai Desa Serang Kecamatan Karangreja.

Bupati Triyono, berkesempatan menandatangani prasasti peresmian TK/PAUD desa Serang seluas 24,5 x 7 meter. Bangunan gedung itu menghabiskan dana PNPM-MD Rp. 144,2 juta dan swadaya masyarakat Rp. 5,9 juta.

“Saya memberikan apresiasi bagi masyarakat desa Serang karena dana PNPM-MD digunakan untuk membangun TK/PAUD. Hal ini saya anggap sebagai wujud kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan. Apalagi yang akan diurus adalah pendidikan usia dini. Disini (gedung TK, red)  nantinya akan tercipta generasi-generasi penerus, pengganti kita yang sudah tua,” kata Triyono disela-sela sambutannya.

Triyono berharap melalui kegiatan PNPM-MD, pembangunan di kabupaten Purbalingga semakin maju, tepat guna dan tepat sasaran. Lebih utama lagi dapat menyentuh sektor riil sehingga masyarakat di kabupaten Purbalingga dapat lebih sejahtera. Hal tersebut akan dapat berjalan bila ada sinergi antara Pemerintah dan masyarakat. Pemerintah melalui program Alokasi Dana Desa (ADD), P2KP, PUAP, PNPM-MD dan lainnya mengucurkan sejumlah dana untuk masyarakat. Sedangkan masyarakat juga dapat mendukung melalui swadaya.

“Meskipun dana PNPM dapat digunakan dalam bentuk pembangunan fisik maupun non fisik. Namun saya berharap dana yang telah digelontorkan dapat lebih banyak digunakan untuk meningkatkan SDM berupa pemberdayaan masyarakat. Sehingga masyarakat mempunyai keahlian untuk menciptakan lapangan kerja baru,” kata Triyono.

Wilayah kecamatan Karangreja mendapat kucuran dana PNPM-MD tahun 2009 senilai Rp. 3 miliar. Dana itu dialokasikan untuk 7 desa yakni desa Serang Rp. 422.873.600, Tlahab Lor Rp.  582.218.500, Karangreja Rp. 394.752.500, Gondang Rp. 495.334.700. Desa lainnya yakni Siwarak Rp. 548.278.700, Tlahab Kidul Rp. 301.686.600 dan desa Kutabawa Rp. 254.855.400.  Kegiatan tersebut berhasil menyerap dana swadaya masyarakat Rp. 94 juta.

Selain untuk kegiatan fisik, dana PNPM-MD juga digunakan untuk kegiatan ekonomi melalui Simpan Pinjam Khusus Perempuan (SPP) dan Usaha Ekonomi Produktif (UEP). Diwilayah kecamatan Karanreja, saat ini terdapat 331 kelompok SPP dan UEP dengan anggota mencapai 4.313 orang.
Menurut Ketua Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM Kecamatan Karangreja Baharudin Heri S, UPK PNPM yang dikelola memiliki modal awal berupa Bantuan Langsung Masyarakat (BML) 2003 – 2009 mencapai Rp. 1,3 miliar. Hingga Februari 2010 UPK Karangreja telah memiliki total asset, termasuk aktiva rupa-rupa dan inventaris mencapai Rp. 2.888.983.280.

“Melalui kegiatan yang kami lakukan, UPK telah berhasil membina masyarakat menciptakan lapangan kerja dan produk unggulan baru, seperti strawberry dan hasil olahannya di desa Serang. Itu adalah hasil pelatihan pengolahan strawberry dari UPK PNPM yang kami lakukan tahun 2008,” kata Baharudin.

Produk unggulan lainnya, tambah Baharudin adalah produk sayur mayur terutama kentang di dusun Bambangan desa Kutabawa, Meubelair dan Kerajinan sapu glagah di desa Karangreja serta Batik dan Sablon di desa Tlahab Kidul. (Hr-RSP)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s