Proyek PNPM Mandiri Kec. Pengadegan Diresmikan

Berita Purbalingga, 10 Maret 2010

PURBALINGGA (RSP) – Bupati Triyono Budi Sasongko meresmikan Sarana Prasarana Fisik 2009 PNPM Mandiri di Kecamatan Pengadegan, Rabu (10/3). Pembangunan sarana prasarana fisik senilai Rp. 1,4 miliar ini secara signifikan banyak berpengaruh pada kehidupan masyarakat setempat menjadi lebih mudah dan nyaman.
“Sebelum jalan diaspal, sebelum ada jembatan yang memadai, lare-lare badhe pangkat sekolah rekaos sanget, Pak Bupati. Alhamdulilah dengan adanya PNPM, anak-anak berangkat sekolah lebih mudah dan nyaman,” ujar Warimah, seorang anggota Simpan Pinjam khusus untuk Perempuan (SPP) Kecamatan Pengadegan saat memberikan testimonialnya mewakili anggota masyarakat.  
Dana senilai Rp. 1,4 miliar itu terdiri dari Rp. 1,37 miliar dari PNPM dan Rp. 43,5 juta dari swadaya masyarakat. Realisasi pembangunan sarana prasarana fisik PNPM ini merata di sembilan desa se-Kecamatan Pengadegan, baik dalam bentuk pengaspalan jalan, pembangunan jembatan beton, telford, talud, rabat beton, gorong-gorong plat beton dan gorong-gorong buis beton.
Pengaspalang jalan dilaksanakan hingga 3,9 Km dengan perincian Desa Tegalpingen sepanjang 1,3 Km, Desa Pengadegan sepanjang 735 m, Desa Panunggalan sepanjang 762 m, dan Pasunggingan sejauh 1,1 Km. Jembatan beton dibangun di tiga desa dengan masing masing desa tiga buah jembatan beton, yakni di Bedagas, Pengadegan dan Tetel.
Sementara pembangunan non fisik dari proyek PNPM senilai Rp. 443,5 juta dialokasikan untuk 19 kelompok anggota Simpan Pinjam khusus untuk Perempuan (SPP).  Sedang untuk alokasi bidang kesehatan dan pendidikan senilai Rp. 93,3 juta dipusatkan di enam desa, dengan kegiatan meliputi pelatihan boga di Desa Tetel, pelatihan menjahit di Desa Larangan, PMT di desa Panunggalan dan APE di Desa Tegalpingen, Karangjoho, Bedagas.

Pengadegan Pusat Tebu
Dalam sambutannya, Bupati Triyono Budi Sasongko menyatakan selama ini masyarakat Pegadegan termasuk masyarakat yang ulet dan kreatif, meskipun kondisi lahannya tidak sesubur kecamatan lainnya.
“Ing ngatase Pengadegan, lahan kering tidak ada sawah. Yah kalau mau dibilang ada ya jarang panen. Tapi masyarakatnya ulet, kreatif. Bisanya nanam duren, ya maksimalkan sekalian maka jadi sentra duren,” jelas Bupati yang mengaku pernah kewalahan menerima kiriman duren dari masyarakat Pengadegan saat musim panen beberapa waktu lalu.
Dengan keuletan itulah, menurut Bupati menjadi modal sekaligus ruh dalam pembangunan yang sebenarnya. Tanpa kesadaran dan kemauan untuk berubah menuju kehidupan yang lebih baik, proyek sebaik apapun dari pemerintah kabupaten, provinsi maupun pusat, menurut Bupati tidak akan pernah sukses.
Kenyataannya, Pengadengan dengan luas wilayah 4.173 ha sebagian besar lahannya yakni seluas 4.124 ha termasuk lahan kering. Meskipun tampaknya kurang menguntungkan, namun Camat Pengadegan Dwi Purwanto berhasil memotivasi rakyatnya menyulap Pengadegan menjadi Pusat Tanaman Tebu Rakyat selain Pusat Duren yang telah dikenal selama ini.
“Kami sudah menjali kemitraan dengan Pabrik Gula Pemalang. Sejauh ini, lahan bengkok kepala-kepala desa seluas total 40 hektar cukup produktif. Peluang ini akan kami manfaatkan sebaik-baiknya. Insya Allah tahun 2011, kami siapkan 100 hektar khusus untuk tanaman tebu,” ujarnya. (STi/Hr-RSP)

2 thoughts on “Proyek PNPM Mandiri Kec. Pengadegan Diresmikan

  1. Kenapa Desa Tumanggal tidak kebagian apa2??

    padahal jalan di desa Tumanggal Khusunya pagersi sebagian belum di aspal. mohon di perhatikan!

    2010 jalan belum di aspal??? Malu donk……. di ketawain warga desa lain nieh yang kebetulan maen ke rumah ku😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s