Tim Harapan Tangani 24 Kasus KDRT

Berita Purbalingga, 09 Maret 2010

PURBALINGGA (RSP) – Tim penanganan korban tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, ‘Harapan’ (Hapus Kekerasan terhadap Anak dan Perempuan) Kabupaten Purbalingga, sejak tahun 2009 hingga Pebruari 2010, telah menangani 24 kasus tindak kekerasan terahadap perempuan dan anak. Jumlah kasus ini meliputi kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), perkosaan anak, pencabulan, dan kekerasan dalam pacaran. Kasus terbanyak disebabkan karena faktor seksual (perkosaan dan pencabulan).

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan pada Badan Keluarga Berencana dan pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Titik Setiawati BcHk dalam rapat koordinasi dan evaluasi Tim Harapan di ruang pertemuan BKBPP, Selasa (9/3) mengatakan, dari jumlah 24 kasus tersebut, sebanyak 19 kasus ditangani pada tahun 2009. Sementara sisanya sebanyak lima kasus, merupakan kasus sejak Januari hingga Pebruari 2010. “Jika dibanding tahun 2008 lalu, jumlah kasus ini mengalami penurunan. Selama 2008 Tim Harapan telah menangani dan melakukan advokasi terhadap 23 kasus.” kata Titiek Setiawati.

Titik merinci, dari jumlah kasus tersebut sebagian besar disebabkan karena faktor sesksual, kemudian disusul faktor fisik (kekerasan), tekanan ekonomi dan faktor psikologis. Khusus untuk tahun 2009, lanjut Titik, dari 19 kasus, sebanyak 14 kasus sudah diselesaikan. Penyelesaiannya meliputi hukuman penjara terhadap pelaku sebanyak  5 kasus, damai 6 kasus, cerai 3 kasus dan sisanya masih dalam tahap penyelesaian termasuk persidangan di Peradilan Umum dan Peradilan Agama yang belum selesai. “Untuk lima kasus yang ditangani pada tahun 2010, semuanya belum diselesaikan,” kata Titiek.

Titik menambahkan, lokasi sebaran kasus terbanyak dijumpai di kecamatan kota (5 kasus), kecamatan Kalimanah, Padamara, Bukateja, dan Kemangkon masing-masing dua kasus, dan sisanya tersebar di kecamatan lain seperti Kaligondang, rembang, Bobotsari, Mrebet, pengadegan, dan Bojongsari. “Untuk kasus kekerasan yang disebabkan faktor seksual (perkosaan), rata-rata putusan oleh pengadilan berkisar antara 2 bulan hingga dua tahun. Namun, ada yang membuat kami prihatin, yakni kasus perkosaan yang justru diselesaikan damai oleh pihak keluarga pelaku dan korban.  Rata-rata pelakunya dilakukan oleh pelajar dan korbannya anak-anak,” kata Titiek.

Sementara itu Koordinator Bidang (Korbid) Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Tim Harapan, Ir Prayitno MSi, mengatakan, dalam setiap penanganan kasus, Tim Harapan tidak memasuki wilayah ranah hukum, karena hal tersebut menjadi bagian dari penegak hukum. “Tim Harapan hanya bekerja melakukan pendampingan dan bimbingan kepada korban,” kata Prayitno.

Prayitno mengakui, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak bisa saja ibarat gunung es. Disinyalir masih banyak kasus-kasus yang tidak dilaporkan oleh korban dengan berbagai alasan seperti karena malu, dan tidak mau memperpanjang masalah keluarga. “Kami akui kecenderungan tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor didalam kehidupan keluarga itu sendiri. Namun, peningkatan kasus ini sebenarnya tidak semata-mata menjadi tanggung jawab Tim Harapan saja, melainkan kalangan masyarakat luas termasuk tokoh agama,” kata Prayitno yang juga Kasubag Pemberitaan & Media Massa Bagian Humas Setda Purbalingga.

Ditambahkan Prayitno, Tim Harapan lebih mengembangkan langkah preventif  untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak. Praktisnya, Tim Harapan lebih menjadi tempat curhat para korbannya terutama problem rumah tangga. “Tim Harapan terus melakukan sosialisasi tentang KDRT, penanganan persoalan anak kepada para tokoh masyarakat, PKK, petugas Polsek, petugas Puskesmas, dan berbagai unsur masyarakat lainnya sehingga tercipta persepsi yang sama dalam hal penanganan KDRT dan persoalan anak,” kata Prayitno sembari menambahkan Tim Harapan dalam waktu dekat akan melakukan sosialisasi di Kecamatan Kejobong. (Yit/Hr-RSP)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s