BPS Rekrut 1.636 Tenaga Pencacah SP 2010

Berita Purbalingga, 1 Maret 2010

PURBALAINGGA – Badan Pusat Statistik (BPS) Purbalingga merekrut 1.636 tenaga lepas untuk dijadikan sebagai petugas pencacah pada Sensus Penduduk 2010.
Disamping 1.636 tenaga pencacah, BPS juga merekrutaa 41 orang sebagai tenaga Koordinator Lapangan (korlap). Dalam pendataan penduduk, nantinya 1 tim yang beranggotakan 3 pencacah dan 1 koordinator tim, akan melakukan pendataan di 6 blok. Tiap blok berisi lebih kurang 100 rumahtangga.
“Penandatanganan kontrak dengan calon petugas akan kami laksanakan pada hari Rabu (3/3) di gedung Korpri,” Ungkap Kepala BPS Purbalingga Apro Tuwiyono di sela-sela acara peresmian penggunaan gedung baru dan sosialisasi Sensus Penduduk 2010, Senin (1/3) pagi.
Peresmian gedung BPS yang baru dilakukan oleh Bupati Purbalingga Triyono Budi Sasongko.     Gedung seluas 300 meter persegi itu, dibangun dengan dana APBN 2009 senilai Rp. 600 juta, diatas tanah seluas 50 ubin tak jauh dari gedung lama.
Menurutnya, Sensus Penduduk dilakukan dalam kurun waktu 10 tahun, dan sensus penduduk terakhir pada tahun 2000 dimana jumlah penduduk kabupaten Purbalingga mencapai 790 ribu jiwa. Dengan pertumbuhan penduduk berkisar 0,8 – 1 % diprediksi jumlah penduduk Kabupaten Purbalingga tahun 2010 ini berkisar 900 – 1000 jiwa. Pelaksanaan Sensus Penduduk 2010 akan dimulai pada 1 – 31 Mei dan hasilnya baru dapat diketahui pada bulan Agustus 2010.
Sementara itu Bupati Triyono Budi Sasoangko, usai peresmian mengajak masyarakat untuk mendukung kegiatan Sensus Penduduk 2010. “Kalau ada petugas sensus, jangan ada yang ditutup-tutupi, katakan apa adanya. Ini sangat penting sebagai dasar sarana merencanakan dan melaksanakan evaluasi keberhasilan pembangunan. Karena data yang didapat berupa data kependudukan yang dapat menggambarkan keadaan penduduk Indonesia hingga wilayah administrasi terkecil,” jelas Triyono.
Bupati juga menghimbau agar orang-orang yang telah lanjut usia dibantu dalam memberikan keterangan kepada petugas. Petugas sensus akan mendatangi rumah-rumah penduduk untuk memperoleh data seperti nama, umur, status perkawinan, tingkat pendidikan, ketenagakerjaan, keterangan rumah tangga, kelahiran, kematian, penggunaan sarana teknologi informasi dan komunikasi, kondisi bangunan tempat tinggal, sumber air, bahan bakar, sumber penerangan, dan lain sebagainya.
“Mari kita sukseskan program ini, dengan cara memberikan keterangan selengkap-lengkapnya dan apa adanya, ajak Bupati Triyono. (Umang/Hr-RSP)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s