Wayang Artefak Jadi Media Penyuluhan

Berita Purbalingga, 23 Pebruari 2010


PURBALINGGA – Belum banyak orang mengenal jenis wayang yang satu ini. Bahkan mendengarnya saja pasti akan langsung bertanya-tanya. Tetapi inilah jenis wayang baru yang tercipta dari buah kreatifitas seorang arkeolog di Purbalingga.
Adalah Adi Purwanto SSi MSi Arkeolog Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) kabupaten Purbalingga yang membidani lahirnya “Wayang Artefak”.
Dikisahkan Adi Purwanto, ide kreatifnya muncul saat dirinya terlibat dalam pembuatan Museum Wayang dan Artefak di kawasan wisata Sanggaluri Park Kutasari. Pada medio Desember 2009, bersama tim pelaksana lainnya, Adi Purwanto tengah menata koleksi wayang di Museum seperti wayang kulit, wayang suket, wayang revolusi, wayang Pancasila, wayang golek, dan lainnya.
“Saat itulah terbersit dalam pikiran saya untuk membuat pertunjukan wayang yang berbeda dan hanya ada di Purbalingga. Dan akhirnya lahirlah wayang artefak yaitu wayang yang berbentuk benda-benda cagar budaya seperti candi, menhir, arca dan lainnya,” ungkap Adi.

Wayang artefak ini, lanjut adi, akan ditampilkan pada acara Penyuluhan Sumber Daya Kepurbakalaan, Sejarah dan Museum. Kegiatan itu akan dilaksanakan di Pendopo Cahyana, Rabu (24/2) besok.

Menurut sang dalang Ki Tejo Buntek, pada penyuluhan itu wayang artefak akan dikolaborasikan dengan wayang minimalis dan wayang sinema. Disebut wayang minimalis karena peralatan dan tokoh wayangnya serba minimalis dan wayang sinema adalah pertunjukan wayang menggunakan alat bantu LCD proyektor untuk menayangkan materi film-film penyuluhan. “Intinya kami ingin memberikan informasi tentang kepurbakalaan melalui pertunjukan wayang yang dikreasi dengan media pertunjukan lainnya. kami berharap informasi penyuluhan akan mudah dicerna dan peserta tidak akan jenuh,” ujar Sutejo yang juga karyawan Disbudparpora.

Jenis wayang artefak yang akan ditampilkan dibagi dalam dua jenis yakni masa purbakala terdiri wayang manusia purba, arca nenek moyang, gelang batu dan nekwa perunggu. Jenis lainnya pada masa hindu-budha yakni wayang candi hindu dan candi budha, arca ganesha serta wayang lingga yoni. “Bahkan kami merencanakan untuk menggelar pertunjukan ini di sekolah – sekolah. Tentunya thema cerita yang diangkat kami sesuaikan dengan kondisi di sekolah masing-masing,” pungkas Ki Tejo. (Hr-RSP)

2 thoughts on “Wayang Artefak Jadi Media Penyuluhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s