“Seranggola”, Paket Wisata Ditengah Alam Aslinya

Seranggola, Paket Wisata Ditengah Alam Aslinya

PURBALINGGA – Desa Serang, Kecamatan Karangreja, terus berbenah untuk disiapkan menjadi salah satu desa wisata di Kabupaten Purbalingga. Paket wisata di Desa Serang mengandalkan potensi agro berupa tanaman hortikultura buah strowberi dan sayuran.  Selain Desa Serang, desa lainnya yang dipersiapkan sebagai desa wisata yakni Desa panusupan, Kecamatan Rembang. Di Desa Panusupan mengandalkan wisata religi berupa makam Ardi Lawet. Sementara desa wisata yang sudah ada sebelumnya yakni Desa Karangbanjar, kecamatan Bojongsari, dengan andalannya kerajinan rambut dan sapu glagah.

Wakil Bupati Purbalingga Drs H Heru Sudjatmoko, M.Si ketika melakukan pembinaan masyarakat desa wisata di Desa Serang, Kamis (18/2) mengatakan, wilayah Desa Serang yang berada di kaki Gunung Slamet sangat potensial untuk dikembangkan sebagai desa wisata berbasis agro. Selain potensi agro, di kawasan desa Serang juga terdapat potensi kesenian tradisional seperti Ilo-ilo Goto dan Kuda Lumping, yang sangat menarik untuk dijual. Meski belum ditetapkan sebagai desa wisata, namun kunjungan ke desa ini sudah cukup ramai. Oleh karenannya, Pemkab berkomitmen untuk terus mengembangkan desa Serang sebagai desa wisata, disamping Desa Panusupan yang juga tengah dalam persiapan, dan Desa Karangbanjar, yang sudah ditetapkan sebagai desa wisata beberapa tahun silam.

Menurut Wabup Heru, pemberian nama icon desa Serang sebagai desa wisata, pada dasarnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Oleh karenanya, kelak jika sudah ditetapkan sebagai desa wisata dan menjadi kunjungan banyak tamu, masyarakat harus siap memberikan pelayananan dengan baik dan ramah.

Ketua DPRD Tasdi, SH, MM mengemukakan, pihaknya siap mendukung terwujudnya Desa Serang sebagai desa wisata. Dewan, kata Tasdi, melalui kewenangannya akan mendukung terbentuknya desa wisata Serang dan desa wisata lainnya dalam suatu perangkat hukum seperti Perda. Dewan juga akan menyetujui penganggaran untuk kemajuan sebuah desa wisata, sepanjang dapat meningkatkan kesejahteraan warga setempat.

Sementara itu, Kepala Disbudparpora Drs Suyitno mengatakan, pihaknya mengajak warga Desa Serang untuk mulai belajar memahami tentang Sapta Pesona Wisata. Untuk tahap awal, pihak Disbudparpora telah melakukan pelatihan terhadap 30 pemandu wisata di Serang dan Goa Lawa. Diingatkan Suyitno, kelak jika sudah menjadi desa wisata, seluruh komponen warga masyarakat harus bersikap sebagai masyarakat wisata yang memahami betul Sapta Pesona Wisata. Jika itu dipahami, maka pengunjung akan merasa betah, dan selanjutnya akan mengajak keluarga atau kerabatnya untuk kembali berkunjung.

Anggota Tim Teknis Desa Wisata Serang dari Disbudparpora Adi Purwanto, S.Si, M.Si mengatakan, paket wisata yang disiapkan dikemas dalam slogan ‘Seranggola Agro dan Ekowisata’. Seranggola kepanjangan dari Serang – Goa Lawa. Dengan slogan itu pihaknya ingin memanjakan wisatawan untuk berwisata benar-benar di alam aslinya.

Ditambahkan Adi, paket yang disiapkan ada 11 paket yakni paket petik strowberi, paket Tracking Tour ‘Aku Cinta Lingkungan’, kemudian paket ‘Aku petani hebat’,  outbond fun game, paket ‘Kita Bersahabat’, tracking tour, paket ‘Kelelawar Keluar Sarang’, paket meeting, dan paket wisata kuliner jamur tiram dan wisata olah raga. Untuk paket kuliner dan wisata olah raga, wisatawan diajak melakukan tracking menyusuri kebun sayur dan strowberi untuk kemudian menuju air terjun Curug Lawang. Di desa Serang juga telah disiapkan lebih 40 homestay yang dikelola oleh kelompok sadar wisata. (yit/Hr-RSP)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s